SULSELDAILY.COM — Pemadaman listrik bergilir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 6 September 2026. Langkah pemadaman yang dibagi dalam lima sesi hingga tengah malam ini diambil PT PLN (Persero) ULP Takalar guna menstabilkan sistem kelistrikan Sulbagsel yang masih menjalani tahap pemulihan. Warga diimbau mencermati jadwal masing-masing karena pemadaman berlangsung bertahap dan tidak serentak di seluruh kecamatan.
Langkah penghentian aliran listrik sementara ini merupakan bagian dari upaya pemulihan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang belum sepenuhnya stabil. Karena durasi dan giliran padam berbeda di tiap wilayah, warga diminta memperhatikan jadwal agar aktivitas rumah tangga maupun usaha tidak terganggu.
Kecamatan Terdampak Pemadaman Sesi Pertama Mulai Sore
Pemadaman tahap awal dimulai pada pukul 15.30 hingga 19.30 WITA melalui pasokan Penyulang P. Galesong. Pemadaman empat jam ini menjangkau area permukiman yang cukup luas di pesisir barat Takalar.
Adapun rincian desa dan kelurahan yang terdampak pada sesi pertama meliputi:
- Kecamatan Galesong: Desa Cambagaya
- Kecamatan Galesong Selatan: Desa Barangmamase, Bentang, Bontokassi, Bontomarannu, Kadatong, Kalukubodo, Mangindara, Sawakong, dan Tarowang
- Kecamatan Mappakasunggu: Wilayah Pa'batangan, Patani, Soreang, serta Kelurahan Takalar
- Kecamatan Sanrobone: Desa Banyuanyara, Lagaruda, Paddinging, Sanrobone, Tonasa, dan Ujung Baji
Giliran Pemadaman Berlanjut Melalui Tiga Penyulang hingga Pukul 24.00 WITA
Setelah sesi pertama bergulir, pemadaman berlanjut ke sesi-sesi berikutnya hingga larut malam. Rangkaian pemadaman bergilir ini dijadwalkan berakhir pada sesi penutup yang berlangsung pukul 20.30 sampai 24.00 WITA.
Pada sesi terakhir tersebut, wilayah yang terdampak disuplai melalui tiga jaringan distribusi utama. Ketiganya mencakup Penyulang P. Pallekko, Penyulang P. Malewang, dan Penyulang P. Lengkese.
Pihak PLN mengingatkan bahwa pemadaman tidak terjadi secara serentak di seluruh penjuru kabupaten. Masyarakat Takalar diimbau untuk terus memantau informasi giliran pemadaman sesuai jalur penyulang di desa atau kelurahan tempat tinggal masing-masing.