Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Selatan kian nyata di tengah puncak musim kemarau. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menginstruksikan warga untuk menghentikan segala aktivitas yang berpotensi memicu api menyusul kebakaran yang menghanguskan 15 hektare lahan di Kabupaten Tana Toraja serta melanda kawasan Gunung Enrekang dan Malino, Gowa.
MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di tengah kondisi kemarau yang kian menguat. Imbauan ini disampaikan setelah tim gabungan berjibaku memadamkan api di sejumlah titik rawan karhutla yang tersebar di empat kabupaten.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran terparah terjadi di Kabupaten Tana Toraja dengan luasan lahan terdampak mencapai 15 hektare. Api juga masih ditangani di kawasan Gunung Enrekang, Kabupaten Enrekang, serta wilayah Malino, Kabupaten Gowa.
Tim Gabungan Dikerahkan ke Titik Api
Penanganan kebakaran melibatkan personel gabungan dari TNI-Polri, pemadam kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), hingga Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Mereka masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.
Kepala DLHK Sulsel Kasman mengatakan proses pemadaman juga mendapat bantuan dari kelompok tani dan masyarakat sekitar. "Alhamdulillah, titik-titik tersebut sudah padam dan teman-teman sementara melakukan monitoring dan evaluasi, termasuk mengevaluasi luasan yang terbakar serta melakukan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.
El Nino dan Puncak Kemarau Memperparah Risiko
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat fenomena El Nino berada pada level kuat dengan puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus. Kondisi ini membuat vegetasi dan lahan kering semakin mudah terbakar, sehingga potensi karhutla perlu diantisipasi sejak dini.
BMKG telah memasukkan sejumlah daerah di Sulsel dalam peringatan dini kekeringan meteorologis. Dengan kondisi lahan yang semakin kering, sedikit kelalaian dapat memicu api yang dengan cepat meluas.
Pencegahan Tidak Bisa Andalkan Pemerintah Saja
Andi Sudirman mengapresiasi gerak cepat seluruh unsur dalam menangani kebakaran. Namun, dia menekankan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan petugas di lapangan.
"Ayo warga kami tercinta, bersama-sama menjaga lingkungan sekitar serta mencegah dari kebakaran pada daerah dengan kerawanan tinggi," ajak Andi Sudirman.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah, aparat, petugas pemadam, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah api meluas. "Mari kita jaga lingkungan kita bersama. Pencegahan lebih baik daripada kita harus menghadapi dampak kebakaran yang lebih besar," katanya.
Larangan Membakar Lahan dan Buang Sumber Api
Pemprov Sulsel secara tegas melarang masyarakat membakar lahan sembarangan atau membuang benda yang dapat menjadi sumber api. Kasman menyebut penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, Pemprov Sulsel, kabupaten/kota, hingga sektor swasta.
"Semua unsur terkait, baik itu pemerintah pusat, kemudian dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, termasuk keterlibatan semua sektor swasta," kata Kasman.
Petugas di lapangan saat ini juga melakukan evaluasi untuk menghitung luasan lahan yang terdampak sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang.