LUWU — PT Masmindo Dwi Area (MDA) membangun empat jembatan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dalam lima tahun terakhir. Infrastruktur tersebut tersebar di Kecamatan Latimojong dan Kecamatan Bajo Barat, dengan tujuan memperkuat konektivitas antarwilayah serta memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang dan jasa.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Jembatan Lekkopini yang dibangun melalui dana hibah MDA senilai sekitar Rp8 miliar pada 2022. Selain itu, perusahaan juga membangun Jembatan Kadundung, jembatan di Boneposi, dan jembatan di Tobaru. Ketiga jembatan terakhir dikerjakan MDA secara langsung melalui penyedia.
Perbaikan Jembatan di Jalur Armada Perusahaan
Tidak hanya membangun, MDA juga melakukan perbaikan dan perkuatan sejumlah jembatan di sepanjang jalur yang dilalui armadanya. Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran akses dan mobilitas masyarakat pada jalur yang digunakan sehari-hari.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Luwu, Ikhsan Assad, mengatakan pemerintah daerah menerima kontribusi MDA selama pembangunan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan Kabupaten Luwu.
“Selama berkontribusi positif bagi Kabupaten Luwu tentu kita terima dengan baik. Dari sisi infrastruktur, konektivitas dan keterhubungan antar wilayah tentu harus semakin tinggi sehingga memudahkan pergerakan barang dan jasa yang berdampak pada perputaran ekonomi serta menjadi daya ungkit pendapatan masyarakat,” ujar Ikhsan, Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurut Ikhsan, pembangunan infrastruktur juga diharapkan dapat mengurangi keterisolasian sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu. “Keterisolasian daerah juga diharapkan semakin berkurang sebagai akibat dari pembangunan infrastruktur,” ungkapnya.
Manfaat Langsung bagi Warga Desa Bonelemo
Penjabat Kepala Desa Bonelemo, Salma, S.Pi., mengatakan pembangunan dan perbaikan jembatan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat karena menghubungkan Desa Bonelemo dan Desa Saronda. Sebelumnya, kondisi jembatan lama sudah rusak sehingga menghambat aktivitas warga.
“Dengan adanya jembatan tersebut, aktivitas masyarakat, termasuk perekonomiannya, sangat terbantu karena sebagian besar masyarakat Desa Bonelemo melewati jembatan tersebut. Sebelumnya, jembatan lama memang sudah rusak. Setelah diperbaiki, jembatan tersebut sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas masyarakat,” kata Salma saat dikonfirmasi media pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Pembangunan dan penguatan sejumlah jembatan tersebut diharapkan semakin meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Luwu. Dengan akses yang lebih baik, mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut diharapkan berjalan lebih lancar.