Pencarian

Saber Interactive Tambahkan Disclaimer AI di Steam Usai Cekcok Soal Penulis yang Diganti ChatGPT

Jumat, 14 Agustus 2026 • 20:20:01 WIB
Saber Interactive Tambahkan Disclaimer AI di Steam Usai Cekcok Soal Penulis yang Diganti ChatGPT
Saber Interactive menambahkan disclaimer penggunaan AI pada halaman Steam game Rideshare setelah cekcok dengan mantan penulisnya, Stella Sacco.

SULAWESI SELATAN — Kontroversi yang melibatkan Saber Interactive dan mantan penulisnya, Stella Sacco, kini memasuki babak baru. Halaman Steam untuk game Rideshare kini menampilkan disclaimer yang mengonfirmasi penggunaan AI untuk sebagian konten, termasuk dialog dan musik.

Langkah ini diambil setelah CEO Saber, Matt Karch, melontarkan pernyataan menohok kepada Sacco yang mengaku "diganti dengan ChatGPT" pada 2023 lalu. Karch bahkan menyebut Sacco dengan nada meremehkan, "Stella who?", dalam pernyataannya ke media asing.

Isi Disclaimer dan Pernyataan Resmi Saber

Dalam keterangan yang kini terpampang di Steam, Saber Interactive menyatakan bahwa game Rideshare menggunakan AI untuk "dialog yang dihasilkan AI" dan "campuran stasiun radio dengan musik buatan manusia dan musik yang dihasilkan AI". Stasiun radio yang memakai musik AI akan diberi label jelas di dalam game.

Karch sebelumnya sempat menegaskan bahwa penggunaan AI bukanlah inti dari pengalaman bermain. "Ini bukan pengalaman inti. Bahkan dalam kasus ini, kami harus menambah dua penulis dan beberapa programmer untuk bekerja dengan alat AI demi mendapatkan hasil yang layak," ujarnya kepada IGN.

Ia juga mengklaim bahwa biaya integrasi AI justru lebih mahal daripada menghapusnya. "Mungkin kami buruk dalam bisnis, tapi biaya bersih untuk menggabungkan fitur-fitur ini jauh lebih tinggi daripada meninggalkannya," tambahnya.

Kronologi Cekcok Publik yang Memanas

Perseteruan ini bermula dari pernyataan Stella Sacco yang mengaku telah digantikan oleh AI saat mengerjakan proyek Rideshare pada 2023. Klaimnya ini kemudian direspons kasar oleh Karch melalui pernyataan resmi ke media.

"Saya harus bertanya ke Claude karena saya tidak pernah berbicara atau melihatnya," kata Karch, merujuk pada asisten AI. Ia juga menuduh Sacco melanggar klausul kerahasiaan dengan mengungkap informasi sebelum waktunya.

Sacco membalas pernyataan tersebut dengan tajam, menyebutnya sebagai "sangat menyedihkan untuk CEO perusahaan mana pun". Ia juga meyakini bahwa Saber mungkin menghadapi masalah hukum atas pengungkapan ini.

Reaksi Komunitas dan Pertanyaan yang Tersisa

Insiden ini memicu perdebatan di kalangan gamer, terutama karena Saber Interactive awalnya tidak berniat mengungkap penggunaan AI sampai "fitur final". Karch sendiri menyebut seluruh drama ini sebagai "aksi publisitas" dan berterima kasih secara sinis kepada Sacco atas perhatian yang didapat game-nya.

Namun, langkah Saber yang baru menambahkan disclaimer setelah tekanan publik justru memunculkan pertanyaan: mengapa pengembang menunggu "siap" untuk mengungkapkan aspek inti dari cara game dibuat? Dan mengapa tim PR mereka "ketakutan" untuk membahas topik AI?

Terlepas dari siapa yang benar dalam perseteruan ini, kasus Rideshare menjadi contoh nyata bagaimana isu AI di industri game masih menjadi ranah yang sensitif. Komunitas gamer, termasuk di Indonesia, kini semakin kritis terhadap pengembang yang menggunakan AI tanpa transparansi yang jelas.

Bagi pemain yang penasaran, Rideshare sendiri adalah game yang menawarkan mode eksperimental yang tidak terkait dengan pengalaman inti. Saber Interactive menegaskan bahwa penggunaan AI di dalamnya hanyalah eksplorasi, bukan pengganti tenaga kerja kreatif manusia.

Follow www.sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pcgamer.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks