SULAWESI SELATAN — Dua minggu pertama MPL ID S18 sudah melahirkan sejumlah pemain kunci, MVP, hingga game changer bagi tim masing-masing. Memasuki Week 3, satu penampilan besar tidak lagi cukup untuk membuktikan konsistensi tim. Pekan ini menjadi momentum bagi kontestan untuk menunjukkan kemampuan mempertahankan level permainan, dengan konsistensi dan ambisi sebagai pembeda utama.
Bigetron tampil mengesankan setelah menaklukkan ONIC, sementara NAVI berhasil merangkak dari papan bawah ke tiga besar. TLID juga membuktikan kekuatan mereka tidak bergantung pada satu hero atau strategi tertentu. Persaingan menuju Playoffs MPL ID S18 di Surabaya kian ketat, dan setiap tim masih punya peluang memperbaiki kekurangan sambil menjaga momentum.
NAVI Diuji Agresivitas Bigetron dan Celah ONIC
NAVI menghadapi tantangan besar di Week 3 dengan dua laga berat melawan Bigetron dan ONIC. Pertandingan kontra BTR menjadi ujian pertama untuk melihat apakah kebangkitan NAVI bisa berlanjut.
BTR datang dengan statistik agresif sebagai juara bertahan. Mereka memimpin jumlah kills dan assists dengan masing-masing 120 dan 328 angka, menunjukkan keaktifan dalam menciptakan momentum dan terlibat pertarungan. Namun, NAVI memiliki modal sejarah pertemuan yang seimbang sejak Season 15, dengan masing-masing tim mengoleksi tiga kemenangan. NAVI bahkan memenangkan dua matchup melawan BTR pada Season 17.
Gaya bermain NAVI yang terbiasa memainkan pertandingan durasi panjang, rata-rata 19 menit, dengan catatan damage taken tertinggi, bisa menjadi ancaman bagi agresivitas BTR. Dari sisi pemain, BTR mengandalkan trio Nnael dengan 54 kills, Moreno dengan 72 assists, dan Finn yang mengoleksi 95 assists dengan team participation 89,14 persen.
NAVI punya jawaban melalui Andoryuu dengan 15 Lord kills, Jizee dengan enam unique heroes dan tiga First Blood, serta Aphro dengan 12 kills. Menariknya, Jizee dan Moreno sama-sama memiliki win rate 100 persen saat menggunakan Novaria.
Setelah menghadapi BTR, NAVI kembali diuji saat bertemu ONIC pada Minggu. ONIC sudah memperlihatkan celah ketika dikalahkan BTR, dan jika NAVI mampu membaca kelemahan tersebut, mereka berpotensi menyulitkan Tim Landak.
Duel Affan vs Alberttt, Siapa Lebih Efektif?
Laga Alter Ego melawan EVOS menghadirkan duel individu paling menarik di Week 3. Affan dan Alberttt, dua jungler yang sama-sama dipercaya memperkuat Timnas Indonesia untuk Asian Games, akan saling berhadapan.
Affan tampil konsisten bagi Alter Ego dengan rata-rata 4,5 assists per game, dua First Blood, serta 3,33 kills per game. Statistik tersebut menunjukkan kontribusinya melalui permainan bersama tim.
Alberttt membawa pendekatan berbeda. Jungler EVOS tersebut telah mengoleksi 43 kills, tiga First Blood, dan 15 Turtle kills. Agresivitas serta kontrol objektif menjadi senjata utama Alberttt untuk memberi keuntungan bagi timnya.
Duel keduanya menarik karena sama-sama mendapatkan ilmu dari lingkungan Timnas Indonesia. Pertanyaannya bukan hanya siapa yang memiliki statistik lebih baik, tetapi siapa yang mampu menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi performa paling efektif bersama klub.
Alter Ego dan EVOS memiliki sejarah rivalitas panjang sejak Season 3 dengan total 34 pertemuan. Pekan ini menjadi penentu bagi kedua tim untuk meningkatkan level permainan demi menjaga peluang menuju Playoffs.