MAKASSAR — Program Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan tidak lagi sekadar rintisan. Dinas Sosial (Dinsos) Sulsel mencatat animo masyarakat mencapai 2.700 siswa untuk Tahun Ajaran 2026/2027, melonjak drastis dibandingkan tahun perdana yang hanya menampung 150 siswa dari lima kabupaten/kota.
"Program SR tahap awal di Sulsel pada 2025 hanya 150 orang siswa dari lima kabupaten/kota pada satu unit SR, kemudian terus berkembang dan mendapat respons positif dari masyarakat, terutama keluarga kurang mampu," kata Kepala Dinsos Sulsel Abdul Malik Faisal di Makassar, Kamis.
Lonjakan Peserta Didik di Makassar
Tingginya minat terlihat jelas pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Sulsel di Makassar. Sebanyak 270 peserta didik dari 15 kabupaten/kota mengikuti MPLS, terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Kehadiran orang tua yang mengantar anaknya pada masa awal sekolah menjadi gambaran antusiasme warga. Fasilitas pendidikan dan asrama yang disediakan pemerintah menjadi daya tarik utama, terutama bagi keluarga dari luar Kota Makassar yang membutuhkan akses pendidikan sekaligus jaminan pemenuhan kebutuhan siswa.
Pemerintah Siapkan 8 Unit Sekolah Baru
Pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat merespons lonjakan animo tersebut. Pengembangan infrastruktur tengah disiapkan dengan menambah delapan unit SR yang tersebar di Kabupaten Pangkep, Luwu Timur, Gowa, Enrekang, Kepulauan Selayar, Toraja Utara, Pinrang, dan Luwu.
Selain itu, sembilan SR permanen di Sulsel yang berada di Sidrap, Soppeng, Wajo, Barru, Tana Toraja, Bone, Makassar, Takalar, dan Sinjai juga dipersiapkan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan dengan fasilitas lebih memadai.
Ketepatan Sasaran Jadi Pekerjaan Rumah
Malik menegaskan program ini dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Seleksi penerima dilakukan dengan mengacu pada data sosial ekonomi pemerintah sehingga bantuan benar-benar diarahkan kepada kelompok sasaran utama.
Di Makassar, Sekolah Rakyat telah berjalan sejak 2025 dengan 150 siswa yang berasal dari Makassar, Maros, dan Gowa. Pemprov Sulsel bahkan menyiapkan alternatif lahan milik pemerintah daerah, salah satunya di Kabupaten Luwu Utara, untuk pengembangan SR ke depan.
Dengan jumlah peserta didik yang mencapai ribuan, tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas pendidikan, kecukupan tenaga pendidik, keberlanjutan fasilitas asrama, serta ketepatan sasaran penerima manfaat agar tingginya animo berujung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dari keluarga kurang mampu.