SULAWESI SELATAN — Dalam unggahan di media sosial, CEO Ford Jim Farley memperlihatkan Fathom "di alam liar" saat timnya melakukan pengujian suhu tinggi di kawasan gurun. Farley menyebut tim sempat mampir ke Las Vegas untuk memperkenalkan nama resmi kendaraan tersebut kepada publik.
Salah satu detail menarik ada pada kamuflase kendaraan. Ford menyembunyikan kode QR pada stiker bodi yang mengarahkan pengguna ke laman khusus Ford Fathom.
Momen ini datang kurang dari sebulan setelah Ford mengumumkan nama resmi Fathom pada Agustus lalu. Produksi disebutkan akan dimulai di pabrik Louisville Assembly pada kuartal pertama 2027.
Harga Di Bawah USD 30 Ribu, Termasuk Biaya Pengiriman
Fathom versi standar dibanderol USD 28.350 atau sekitar Rp 453 juta (estimasi kurs Rp 16.000). Angka tersebut belum termasuk biaya pengiriman sebesar USD 1.595 yang membuat total harga tetap berada di bawah USD 30.000.
Dengan banderol segitu, Fathom langsung menempatkan diri di segmen EV terjangkau yang kompetitif. Ford sendiri belum merinci soal varian lain atau paket baterai yang tersedia.
Klaim Ruang Kabin Lebih Luas dari Toyota RAV4
Ford menjanjikan Fathom menawarkan volume kabin penumpang yang lebih besar dibandingkan Toyota RAV4. Itu belum termasuk area bak belakang serta ruang penyimpanan depan yang kerap disebut frunk.
Pikap listrik ini juga akan menjadi kendaraan pertama dengan integrasi Apple Maps langsung pada sistem navigasi. Fitur tersebut mencakup petunjuk arah belokan demi belokan, perutean khusus EV, serta sejumlah fungsi pendukung lain.
Untuk fitur lain, Ford menyebutkan Fathom bakal dibekali layar sentuh besar, Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, teknologi bantuan berkendara BlueCruise, pengisian daya dua arah (bidirectional charging), hingga digital key.
Port NACS Bawaan dan Jangkauan yang Diharapkan
Ford belum membeberkan spesifikasi lengkap, terutama soal baterai. Namun, mengingat fokus pada efisiensi, Fathom diperkirakan mampu menempuh setidaknya 300 mil atau sekitar 482 km dalam sekali pengisian.
Mengenai pengisian daya, beberapa prototipe Fathom sempat terlihat mengisi di stasiun Tesla Supercharger pada Juli lalu. Hal ini mengonfirmasi bahwa kendaraan akan dilengkapi porta NACS bawaan sehingga bisa langsung menggunakan jaringan Supercharger tanpa adaptor.
Di tengah antusiasme publik, sejumlah komentar menyoroti peran dealer. Seorang pengguna dengan nama Tom menuliskan kekhawatirannya soal praktik dealer yang kerap menaikkan harga serta resistensi terhadap kendaraan listrik. Ia menyarankan Ford membentuk divisi khusus EV ala Saturn milik General Motors di masa lalu agar tenaga penjualan lebih fokus memasarkan produk elektrifikasi.