MAKASSAR — Dr Aqua Dwipayana menuntaskan agenda silaturahim dan berbagi motivasi di Sulawesi Selatan dengan menyambangi sedikitnya 10 daerah tingkat II. Kabupaten Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Gowa, Maros, Pangkep, Barru, Kota Parepare, Pinrang, dan Sidrap menjadi titik kunjungannya selama lima hari berturut-turut.
Pria yang dikenal sebagai pakar komunikasi ini mengaku bertemu dengan ribuan orang, baik dalam sesi formal maupun sekadar ajang silaturahim. Sebagian besar adalah wajah-wajah baru yang belum pernah ditemuinya sebelumnya.
Delapan Sesi Motivasi dalam Lima Hari
Agenda utama yang dijalani Aqua Dwipayana adalah delapan sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi. Hari Selasa (4/8/2026) menjadi hari terpadat dengan tiga sesi sekaligus di Kabupaten Jeneponto, Takalar, dan Kota Makassar.
Pola serupa diulang pada Kamis (6/8/2026) saat dirinya harus berpindah dari Kabupaten Maros, Pangkep, menuju Barru. Rangkaian ditutup dengan sesi terakhir di Kabupaten Pinrang pada Jumat pagi (7/8/2026).
“Semua sesi lancar sekali meski harus marathon dari pagi sampai malam. Sikap selalu bersyukur dan ikhlas yang membuat saya sangat menikmati seluruh aktivitas itu,” ujarnya kepada J5NEWSROOM.COM.
Silaturahim Dianggap Lahan Ibadah
Baginya, setiap undangan yang datang justru dipandang sebagai amanah yang patut dihargai. Ia menyebut pemberian kesempatan berbagi itu sebagai lahan ibadah yang tidak bisa dinilai dengan materi.
“Pemikirannya terbalik. Biasanya orang yang minta tolong dan yang mengundang yang menyampaikan terima kasih. Bagi saya wajib mengapresiasi undangan itu karena nilai amanahnya tinggi,” kata Aqua Dwipayana.
Komitmen Kunjungan Ulang ke Sulsel
Selain menjalankan delapan sesi yang terjadwal, pria asal Jakarta itu mengaku menerima komitmen baru untuk mengisi kegiatan serupa di instansi berbeda pada daerah yang sama. Namun, realisasinya terpaksa ditunda karena waktu yang terbatas.
Ia menyebut jadwal tercepat untuk memenuhi undangan tambahan tersebut baru bisa dilakukan bulan depan. Hal ini dianggapnya sebagai salah satu rezeki dari konsistensi menjalin silaturahim tanpa pamrih.
“Selama puluhan tahun konsisten melaksanakan silaturahim tanpa pamrih, saya sering merasakan hal serupa. Membuat saya ketagihan melaksanakan silaturahim. Hasil yang diperoleh dahsyat dan luar biasa. Nilainya melebihi materi berapa pun,” tegasnya.
Ia pun berkomitmen untuk kembali ke Sulsel demi melanjutkan silaturahim yang sudah terjalin. Seluruh kegiatan selama di Bumi Anging Mamiri ini dijalaninya dengan niat ibadah.
“Dari Jakarta saya ucapkan selamat mensyukuri dan menikmati setiap melaksanakan silaturahim. Salam hormat buat keluarga,” tutupnya.