MAKASSAR — Gubernur Sulsel Andi Sudirman melakukan groundbreaking RS Regional Wilayah Selatan di Malino, Jumat. Proyek tahun jamak ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat di daerah perbatasan Gowa dengan sejumlah kabupaten selatan, termasuk Sinjai dan Bulukumba.
"Kita groundbreaking rumah sakit regional wilayah selatan. Harapannya menjadi rumah sakit yang representatif untuk masyarakat di wilayah perbatasan, ada Sinjai, Bulukumba dan wilayah Gowa," katanya di Makassar.
Mengapa RS Regional Ini Penting bagi Warga?
Kehadiran fasilitas kesehatan ini akan memangkas jarak tempuh pasien yang selama ini harus dirujuk ke Kota Makassar. Kondisi geografis dan medan perjalanan kerap menjadi kendala, terutama dalam penanganan kasus kegawatdaruratan.
"Banyak masyarakat kita nantinya tidak lagi harus dirujuk ke Kota Makassar, kemudian di tengah medan yang susah. Harapannya nanti terjangkau," jelas Andi Sudirman.
Gubernur mencontohkan kasus pendarahan pada ibu maupun kecelakaan yang membutuhkan pertolongan medis cepat. Dengan adanya RS ini, aksesibilitas layanan kesehatan di kawasan selatan diharapkan menguat dan mempercepat penanganan darurat.
Spesifikasi Rumah Sakit: Tipe C, Fasilitas Kelas B
RS Regional Wilayah Selatan direncanakan berstatus tipe C, namun akan dilengkapi peralatan dan fasilitas kesehatan dengan standar lebih tinggi. Pemprov Sulsel juga menyiapkan dukungan tenaga dokter spesialis di rumah sakit ini.
"Tipenya C, tapi alat dan fasilitas kesehatan tipe kelas B, tentu yang memadai dan dokter spesialis. Ini menjadi harapan masyarakat dan meningkatkan indeks kesehatan yang memadai," ujarnya.
Pembangunan RS ini menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Sulsel untuk pemerataan layanan kesehatan. Selama ini, akses rumah sakit rujukan masih terpusat di Kota Makassar dan kawasan regional Mamminasata, sementara wilayah selatan masih menghadapi keterbatasan.
Dengan target penyelesaian pada 2027, proyek ini diharapkan memperkuat sistem pelayanan dan rujukan kesehatan yang lebih merata hingga ke daerah-daerah yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan rujukan.