PANGKEP — Warga di dua pulau terluar Kabupaten Pangkep, Pulau Makarangan dan Pulau Langkoteang, masih bergantung pada armada kapal yang terbatas untuk mobilitas sehari-hari. Kondisi geografis yang didominasi lautan membuat transportasi laut menjadi urat nadi aktivitas warga, mulai dari distribusi barang hingga akses layanan publik.
Andi Ilham Zainuddin menilai keterbatasan armada yang beroperasi membuat aktivitas warga belum berjalan optimal. Dampaknya terasa langsung pada tingginya biaya logistik dan sempitnya akses pemasaran hasil tangkapan nelayan.
Risiko Isolasi Saat Gelombang Tinggi
Ketika cuaca buruk dan gelombang tinggi menerjang, masyarakat di pulau-pulau terluar berisiko terputus dari daratan utama. Situasi ini yang mendorong DPRD Pangkep membawa aspirasi warga hingga ke meja Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan di Jakarta.
“Penambahan rute kapal perintis ini adalah kebutuhan mendesak masyarakat kepulauan. Kami ingin memastikan warga Pulau Makarangan dan Pulau Langkoteang mendapatkan akses transportasi laut yang lebih mudah, aman, dan berkelanjutan,” kata Andi Ilham.
Menjaga Stabilitas Harga dan Daya Saing Nelayan
Kehadiran kapal perintis yang singgah secara rutin diharapkan memperlancar distribusi kebutuhan pokok. Kelancaran logistik ini dinilai mampu menjaga stabilitas harga barang sekaligus meningkatkan daya saing hasil perikanan masyarakat kepulauan.
“Ini bukan sekadar menambah jalur pelayaran di atas peta, tetapi membuka jalan kehidupan yang lebih luas. Kita ingin pelayanan publik, ekonomi, dan kesejahteraan warga pulau terluar merata,” ujarnya.
Akses Pendidikan dan Kesehatan yang Lebih Aman
Selain dampak ekonomi, perbaikan akses transportasi laut juga menyentuh sektor pelayanan dasar. Andi Ilham menilai masyarakat akan lebih mudah menjangkau layanan kesehatan, sementara anak-anak di wilayah kepulauan bisa menempuh pendidikan dengan lebih aman dan teratur.
DPRD Pangkep berharap usulan ini segera direalisasikan melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Langkah tersebut dipandang penting untuk mendukung pemerataan pembangunan dan memperkuat konektivitas antarpulau di Kabupaten Pangkep.