Pencarian

Pasca-Banjir Bandang, Nepal Tetap Terbuka untuk Wisatawan: Ini Wilayah yang Aman Dikunjungi

Jumat, 04 September 2026 • 11:16:01 WIB
Pasca-Banjir Bandang, Nepal Tetap Terbuka untuk Wisatawan: Ini Wilayah yang Aman Dikunjungi
Wisatawan tetap dapat menikmati jalur pendakian Everest dan Annapurna yang dipastikan aman pasca-banjir bandang di Nepal.

SULAWESI SELATAN — Bencana dahsyat memang telah meluluhlantakkan kawasan Rasuwa, Nuwakot, dan sebagian Distrik Dhading—tepatnya di koridor sungai Bhote Koshi dan Trishuli—setelah gletser dan batuan runtuh di perbatasan Nepal-China. Ratusan jiwa melayang dan ribuan lainnya masih dinyatakan hilang. Namun pesan dari Nepal Tourism Board tegas: Nepal tidak tutup. Negara ini terbuka dan siap menyambut kedatangan wisatawan.

Peta Wilayah Aman: Destinasi Favorit Tetap Beroperasi Normal

Perlu dipahami bahwa dampak terparah terkonsentrasi di satu titik spesifik. Artinya, wilayah-wilayah yang menjadi incaran utama wisatawan sama sekali tidak tersentuh bencana. Jalur pendakian Everest dan Annapurna tetap terbuka. Kathmandu, ibu kota yang menjadi pintu masuk utama, masih berdenyut normal—jalanan dipadati kendaraan, hotel beroperasi penuh, danTribhuvan International Airport melayani penerbangan seperti biasa.

Topografi Nepal yang bergunung-gunung membuat koridor sungai yang terdampak tidak memiliki akses langsung ke Kathmandu Valley.Artinya, aktivitas pariwisata di lembah tersebut berjalan tanpa hambatan.

Imbauan Resmi: "Jangan Batalkan, Tinjau Ulang Itinerary Anda"

Menteri Kebudayaan, Pariwisata, dan Penerbangan Sipil Nepal, Khadak Raj Paudel, menyampaikan imbauan langsung melalui akun Instagram resminya pada 1 September. "Bandara kami masih beroperasi, gunung, jalur pendakian dan trekking tetap terbuka untuk Anda. Hotel-hotel menyambut dengan tangan terbuka," tulisnya.

Ia menegaskan bahwa bepergian ke Nepal di masa pemulihan ini bukan sekadar liburan, melainkan bentuk dukungan nyata bagi masyarakat setempat yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata.

Industri Pariwisata Nepal: Antara Duka dan Harapan

René Vijay Shrestha Einhaus, pemilik dan CEO Dwarika's Collection, mengaku hotelnya kebanjiran pembatalan sejak bencana melanda. Padahal sektor pariwisata adalah salah satu motor utama perekonomian Nepal—pada 2025 saja, negara ini mencatatkan 1,16 juta kunjungan wisatawan asing.

"Penting untuk menyampaikan dengan jelas area mana yang aman dan mana yang tidak. Sebagian besar wilayah Nepal aman," ujarnya saat ditemui di halaman hotel Dwarika's, Kathmandu. Ia meyakini cara terbaik untuk membantu Nepal saat ini adalah dengan tetap datang, bukan membatalkan rencana perjalanan.

Langkah Antisipasi bagi Wisatawan yang Sudah atau Akan Berkunjung

Namgyal Sherpa, CEO Sherpa Hospitality yang mengelola lodge pegunungan dan ekspedisi trekking di Everest, Annapurna, Mustang, Chitwan, hingga Lumbini, meminta wisatawan tetap tenang dan tidak panik dengan derasnya informasi di media sosial.

"Pahami bahwa laporan yang beredar tidak mewakili kondisi seluruh negeri. Saran kami: jangan batalkan rencana Anda, tetapi periksa kembali itinerary dengan saksama dan pantau terus informasi terkini dari Nepal Tourism Board," kata Namgyal. Wisatawan dengan jadwal keberangkatan dalam waktu dekat disarankan berkoordinasi langsung dengan hotel atau operator perjalanan di Nepal untuk memastikan kondisi di lapangan.

Bantuan Kemanusiaan dan Cara Berpartisipasi

Sejumlah organisasi bantuan internasional dan lokal—termasuk Nepal Red Cross, World Central Kitchen, dan Médecins Sans Frontières—tengah menjalankan operasi darurat dan pemulihan di wilayah terdampak. Bagi wisatawan yang ingin berkontribusi, Pemerintah Nepal mengoperasikan Prime Minister's Disaster Relief Fund dengan sistem "satu pintu" agar distribusi bantuan berjalan merata dan terorganisir untuk pemulihan jangka panjang.

Bagi Anda yang merencanakan perjalanan ke Nepal dalam waktu dekat, waktu terbaik berkunjung tetap pada musim kemarau (Oktober–November) dengan suhu cerah dan langit jernih. Pastikan untuk memantau informasi resmi dari Nepal Tourism Board atau kedutaan besar Nepal di Indonesia sebelum berangkat. Dengan persiapan yang matang dan itinerary yang disesuaikan, pengalaman trekking di Himalaya tetap bisa berjalan aman dan meninggalkan kesan mendalam—sambil turut membantu pemulihan negeri tersebut.

Follow www.sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cntraveler.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks