Pencarian

Cegah Stunting, 250 Paket Olahan Ikan untuk Balita di Lombok Tengah

Selasa, 01 September 2026 • 17:47:01 WIB
Cegah Stunting, 250 Paket Olahan Ikan untuk Balita di Lombok Tengah
Sebanyak 250 paket olahan ikan dibagikan kepada balita dan siswa di Desa Pemepek, Lombok Tengah, dalam kegiatan GEMARIKAN untuk mencegah stunting.

SULAWESI SELATAN — Selasa, 1 September 2026, menjadi hari penuh semangat di Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah. Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi NTB bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB, PKK NTB, dan Tim Bunda Literasi NTB menggelar Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) dengan membagikan 250 paket olahan ikan kepada anak-anak dan ibu di desa tersebut.

Ketua Forikan NTB, Sinta M. Iqbal, hadir langsung bersama Ketua Forikan Lombok Tengah, Baiq Nurul Aini Pathul Bahri. Mereka menyasar sekolah, posyandu, hingga para siswa di wilayah itu.

Mengapa Protein Ikan Begitu Penting untuk Balita?

Anak usia batita dan balita mengalami masa pertumbuhan otak yang pesat. Kebutuhan protein mereka sangat tinggi, dan ikan menjadi salah satu sumber protein hewani terbaik. Kandungan asam lemak omega-3 di dalamnya juga berperan besar dalam mendukung perkembangan kecerdasan.

Sinta menegaskan hal ini di hadapan para ibu di Posyandu Melati II: "Anak-anak ibu di usia batita-balita ini membutuhkan banyak sekali protein. Ikan itu termasuk salah satu yang tinggi proteinnya dan bagus buat perkembangan otak."

Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Kekurangan protein pada masa emas otak (golden age) dapat menghambat pertumbuhan fisik dan kognitif anak, yang berujung pada risiko stunting.

250 Paket Disalurkan dari Sekolah Hingga Posyandu

Rangkaian pembagian dimulai dari RA Baiturrahman NW. Sebanyak 32 paket olahan ikan diberikan kepada anak-anak, dan edukasi dikemas lewat dongeng interaktif tentang hewan laut agar mereka semakin penasaran dengan ikan.

"Janji ya, harus suka makan ikan. MBG-nya dihabiskan ya. Mau besar kayak Bunda? Harus banyak makan ikan," ujar Sinta sambil tersenyum di depan anak-anak.

Dari RA, rombongan melanjutkan perjalanan ke Posyandu Melati II yang menerima 73 paket, disusul Posyandu Ceria dengan 45 paket. Puncaknya, SDN Pemepek mendapat jatah terbanyak, yaitu 100 paket untuk para siswa. Total 250 paket pentol dan nugget ikan berhasil disalurkan hari itu.

Tips dari Ibu Sinta Agar Anak Doyan Makan Ikan

Menghadapi anak yang sulit makan ikan memang menguras kesabaran. Sinta punya sejumlah saran yang bisa langsung dipraktikkan di rumah:

Pertama, jangan menyerah. "Kadang anak nggak mau makan, ibunya capek, ya sudah nggak usah dikasih. Hari ini saya ajak teman-teman semua, kalau anak tidak mau makan ikan, diusahakan," katanya. Kuncinya adalah konsistensi dan kesabaran.

Kedua, olah ikan jadi bentuk yang lebih menarik. Di era digital ini, orang tua bisa dengan mudah mencari ide resep lewat TikTok atau Instagram. Ikan tidak harus selalu disajikan sebagai sup atau digoreng; bisa diubah menjadi pentol, nugget, atau siomay yang teksturnya ramah untuk anak.

Ketiga, batasi jajanan tinggi gula dan makanan dengan banyak MSG. Sebaliknya, perbanyak sayuran dalam menu harian anak. Kombinasi protein ikan, sayur, dan pola makan teratur akan mendukung berat badan dan tinggi anak tetap ideal sesuai usianya.

Semua upaya ini bermuara pada satu tujuan: menjadikan ikan bagian dari pola makan sehari-hari keluarga. Dengan begitu, generasi NTB diharapkan tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting.

Follow www.sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks