Pencarian

Hoaks 800 BUMN Ditutup untuk MBG, Faktanya Demi Efisiensi Anggaran

Senin, 31 Agustus 2026 • 11:28:01 WIB
Hoaks 800 BUMN Ditutup untuk MBG, Faktanya Demi Efisiensi Anggaran
Petugas menunjukkan ponsel dengan unggahan hoaks penutupan 800 BUMN untuk program Makan Bergizi Gratis.

SULAWESI SELATAN — Sebuah unggahan di akun Facebook "Santrine Gus Baha" memicu kegaduhan. Narasinya menyebut Presiden Prabowo Subianto akan menutup 800 BUMN pada akhir 2026 demi membiayai program Makan Bergizi Gratis. Unggahan itu bahkan menambahkan tuduhan bahwa banyak BUMN menjadi sarang korupsi sehingga dananya dialihkan untuk MBG.

Kabar ini langsung menyebar dan memicu pertanyaan publik. Apakah benar pemerintah mengorbankan perusahaan pelat merah demi program unggulan tersebut? Tim Pemeriksa Fakta Mafindo yang dikenal dengan TurnBackHoax pun turun tangan melakukan verifikasi.

Penelusuran: Tidak Ada Dasar Klaim Penutupan untuk MBG

TurnBackHoax memasukkan kata kunci "BUMN ditutup demi MBG" ke mesin pencari Google. Hasilnya, tidak ada satu pun media kredibel atau laporan resmi yang membenarkan klaim tersebut. Pencarian dilanjutkan dengan kata kunci "pengalihan dana penutupan BUMN untuk MBG", dan lagi-lagi tidak ditemukan sumber valid.

Isu ini murni hoaks yang mengaitkan dua kebijakan yang berbeda. Pemerintah memang berencana menutup BUMN yang merugi, tetapi tidak ada kaitannya dengan pendanaan MBG. Narasi yang beredar di media sosial justru memutarbalikkan tujuan kebijakan tersebut.

Alasan Sebenarnya: Efisiensi dan Penghematan Anggaran

Presiden Prabowo Subianto memang memberi perintah untuk menutup 700 hingga 800 BUMN yang merugi. Namun alasan utamanya adalah mengurangi pemborosan anggaran negara. Selama ini, uang negara banyak tersedot untuk membayar gaji dan fasilitas jajaran direksi BUMN yang dinilai tidak produktif.

Penutupan perusahaan-perusahaan yang rugi ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan memperkuat tata kelola perusahaan pelat merah. BUMN yang sehat dan menguntungkan akan terus dipertahankan, sementara yang membebani keuangan negara akan dievaluasi. Langkah ini merupakan bagian dari reformasi pengelolaan BUMN secara menyeluruh.

Tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah yang mengaitkan penutupan BUMN dengan program MBG. Dana untuk program makan bergizi gratis telah dialokasikan sendiri dalam APBN, dan tidak ada rencana untuk mengambil dari hasil penutupan BUMN. Jadi, klaim yang beredar di Facebook itu tidak berdasar.

Yang Perlu Diketahui Publik

Kabar hoaks seperti ini rentan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. BUMN yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi seperti Pertamina, PLN, BRI, dan Telkom tidak terpengaruh oleh wacana penutupan. Target penutupan hanya menyasar perusahaan-perusahaan yang sudah tidak sehat dan terus merugi.

Pemerintah harus lebih aktif menyampaikan informasi yang jelas agar spekulasi liar tidak berkembang. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk memeriksa kebenaran berita sebelum membagikannya. Verifikasi ke sumber resmi atau lembaga cek fakta seperti TurnBackHoax adalah langkah yang bijak.

Rencana penutupan BUMN yang merugi merupakan bagian dari upaya perbaikan tata kelola, bukan langkah darurat untuk mendanai program tertentu. Dengan efisiensi yang lebih baik, negara bisa mengalokasikan anggarannya untuk hal-hal yang benar-benar produktif dan bermanfaat bagi rakyat.

Follow www.sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: merahputih.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks