Pencarian

Teknik Balap Geoff Duke di Film Era 1960-an Masih Relevan untuk Riding Sehari-hari

Jumat, 28 Agustus 2026 • 14:37:31 WIB
Teknik Balap Geoff Duke di Film Era 1960-an Masih Relevan untuk Riding Sehari-hari
Geoff Duke memandu pembahasan teknik balap di Isle of Man TT dalam film era 1960-an yang diunggah kanal PeriscopeFilm.

SULAWESI SELATAN — Film berdurasi pendek yang diunggah kanal PeriscopeFilm ini bukan sekadar dokumentasi nostalgia. Di dalamnya, Geoff Duke memandu sekelompok pemuda dan editor majalah Motor Cycling, Bob Holliday, untuk membedah lintasan legendaris Isle of Man TT. Rekaman ini menawarkan pelajaran teknis yang tak lekang oleh waktu, meski motor dan sirkuit telah berubah drastis sejak era 1960-an.

Filosofi "Make Haste Slowly" di Tikungan Ganda

Duke memulai pelajaran di Bradden Bridge, titik penting di sirkuit sepanjang pulau tersebut. Nasihatnya sederhana namun mendalam: "make haste slowly". Ia mengingatkan agar pengendara tidak melibas tikungan pertama dengan agresif berlebihan.

"Tidak ada gunanya datang ke tikungan pertama seperti kucing yang kena marah," jelas Duke, "jika kecepatanmu membuatmu tidak bisa memacu maksimal di tikungan kedua." Intinya, pengendara perlu mengatur ritme agar bisa keluar dari tikungan akhir dengan akselerasi penuh.

Waktu di Udara Adalah Waktu yang Terbuang

Bagian menarik lainnya adalah analisis di Ballaugh Bridge, salah satu titik tercepat di sirkuit. Duke menyebut momen melompat di jembatan ini sering menjadi incaran fotografer. Namun dari sisi teknis, ia menegaskan bahwa "waktu yang dihabiskan di udara adalah waktu yang terbuang."

Pengendara yang mahir bisa melewati bagian ini dengan "cepat dan mulus", sementara yang ragu-ragu akan kehilangan detik berharga dalam catatan waktu. Pelajaran ini menekankan pentingnya menjaga roda tetap menempel di aspal demi efisiensi waktu.

Inti dari Segalanya: Kenali Batas Diri dan Motor

Puncak nasihat Duke adalah kalimat yang ia sendiri sebut paling penting: pengendara harus "mengetahui batas kemampuan dirinya dan motornya". Menurutnya, dengan memahami hal ini, seseorang bisa merencanakan pendekatan terbaik untuk setiap tikungan di sirkuit mana pun.

"Setelah dia menyadari hal ini, dia bisa merencanakan pendekatan dan menemukan cara untuk mengatasinya, sehingga setiap usaha terfokus untuk membawa motornya melewati lintasan dengan cepat dan aman," ujar Duke dalam film tersebut.

Pesan Penutup yang Masih Aktual di Jalan Raya

Menjelang akhir film, Duke memberikan pengingat keras yang relevan hingga kini. Ia menekankan perbedaan besar antara mengambil risiko terukur di sirkuit balap dengan aksi berbahaya di jalan umum.

"Ingat, ada perbedaan besar antara mengambil risiko yang diperhitungkan dalam kondisi terkontrol di sirkuit dan mengambil risiko yang tidak perlu di jalan raya," kata Duke. Ia menutup dengan pesan singkat, "'Safety first' mungkin terdengar klise, tapi itu masih menyelamatkan nyawa."

Film ini memang terasa kuno dengan alur yang lambat dan visual yang kadang tidak sinkron dengan narasi. Namun bagi yang sabar menonton, ada banyak pelajaran fundamental tentang kontrol gas, titik pengereman, dan manajemen risiko yang tidak berubah seiring perkembangan teknologi motor.

Follow www.sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jalopnik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks