SULAWESI SELATAN — Kebijakan baru ini diumumkan YouTube pada Senin (17/8/2026) melalui kanal resmi YouTube Community. Sebelumnya, platform berbagi video milik Google ini secara umum diketahui menghitung view setelah seorang pengguna menonton minimal 30 detik, meski pihak perusahaan tidak pernah mengungkapkan detail metrik tersebut secara resmi.
Dengan sistem baru, angka views publik berpotensi naik signifikan, terutama untuk video yang hanya berhasil menahan perhatian penonton dalam hitungan detik. Konsekuensinya, metrik views di layar publik mungkin tidak lagi menjadi indikator akurat untuk mengukur popularitas sebuah konten.
Metrik Baru "Engaged Views" untuk Analisis Kreator
YouTube menyadari perubahan ini bisa mengaburkan data minat penonton. Karena itu, perusahaan mempertahankan metrik lama dengan nama baru, "Engaged Views", yang tetap bisa diakses kreator melalui fitur YouTube Analytics. Data ini menunjukkan berapa banyak penonton yang memilih untuk melanjutkan menonton video setelah diputar.
"Selama ini kami menggunakan beberapa sistem penghitungan views yang berbeda untuk format yang berbeda," tulis YouTube dalam pengumuman resminya. "Namun, kami mendengar kreator ingin menghilangkan kebingungan metrik ini dan memahami eksposur sebenarnya, itulah sebabnya kami melakukan pembaruan ini."
Kebijakan ini sejalan dengan langkah yang diterapkan YouTube untuk konten Shorts sejak setahun lalu. Kompetitor seperti TikTok dan Instagram juga sudah lebih dulu menghitung views sejak video mulai diputar.
Kebijakan Baru Tak Ubah Syarat Monetisasi
YouTube menegaskan perubahan cara hitung views ini tidak akan berdampak pada pendapatan kreator maupun kelayakan mereka mengikuti YouTube Partner Program. Namun, kabar ini datang hanya sepekan setelah YouTube mengumumkan perubahan lain yang lebih kontroversial: kenaikan ambang batas syarat monetisasi.
Mulai tahun depan, kreator baru yang ingin menghasilkan uang dari iklan dan langganan harus memenuhi syarat lebih tinggi. Mereka perlu mengumpulkan minimal 8.000 jam tontonan berkualitas dalam setahun terakhir, atau 20 juta views Shorts berkualitas dalam 90 hari terakhir.
Aturan ini jauh lebih ketat dibandingkan syarat saat ini yang hanya membutuhkan 1.000 subscriber dan 4.000 jam tontonan dalam setahun, atau 1.000 subscriber dengan 10 juta views Shorts dalam 90 hari. Untuk tetap menghasilkan uang, kreator juga harus mempertahankan 10 juta views Shorts dalam periode 90 hari.
Keputusan ini memicu reaksi negatif dari pengguna karena membuat kreator semakin sulit masuk dan bertahan di program monetisasi YouTube. Perubahan aturan main ini dinilai memberatkan kreator kecil yang sedang membangun audiens.
Bagi kreator di Indonesia, perubahan ini berarti strategi konten perlu disesuaikan. Video yang gagal menarik perhatian di 5-10 detik pertama kini tetap tercatat sebagai view, tetapi data "Engaged Views" akan menjadi tolok ukur yang lebih jujur untuk mengukur kualitas konten di mata algoritma dan calon pengiklan.