Pencarian

Claude Kini Beri Watermark pada Teks Buatan AI, Begini Cara Kerjanya

Senin, 17 Agustus 2026 • 01:11:06 WIB
Claude Kini Beri Watermark pada Teks Buatan AI, Begini Cara Kerjanya
Anthropic resmi menerapkan watermark pada seluruh teks yang dihasilkan chatbot Claude untuk mematuhi EU AI Act.

SULAWESI SELATAN — Anthropic, pengembang di balik chatbot Claude, mengumumkan penerapan watermark pada seluruh teks yang dihasilkan model AI-nya. Langkah ini merupakan bagian dari kepatuhan terhadap EU AI Act, regulasi Uni Eropa yang mewajibkan perusahaan AI menggunakan sistem identifikasi konten buatan mesin.

Kebijakan ini memicu perdebatan di kalangan pengguna. Di Reddit, sebagian menyebutnya sebagai bentuk konspirasi, sementara yang lain menilai langkah ini wajar demi transparansi. Business Insider melaporkan puluhan pengguna X mengaku membatalkan langganan Claude sebagai bentuk protes.

Bagaimana Watermark Bekerja di Claude?

Dalam penjelasan resminya, Anthropic mengungkapkan bahwa watermark diterapkan melalui pola tersembunyi pada pemilihan kata. Saat Claude dihadapkan pada pilihan berisiko rendah—misalnya memilih antara kata "berawan" atau "kelabu" untuk mendeskripsikan cuaca—sistem menciptakan pola yang tidak terlihat pembaca, tetapi bisa dikenali oleh pihak yang memiliki kunci deteksi.

"Watermark tidak memengaruhi kualitas keluaran Claude. Bagi pembaca, respons yang diberi watermark tidak bisa dibedakan dari yang tidak," tulis Anthropic dalam blog resminya, Jumat pekan lalu.

Perusahaan menggunakan pendekatan SynthID-Text yang dikembangkan tim Google DeepMind pada 2024. Anthropic juga berencana merilis API deteksi watermark agar pihak ketiga bisa memverifikasi asal-usul teks.

Apakah Watermark Bisa Dihapus dengan Mengedit Teks?

Anthropic mengakui watermark bisa dihilangkan, tetapi tidak semudah yang dibayangkan. "Pengeditan ringan kemungkinan besar tidak akan menghapus watermark sepenuhnya," jelas perusahaan. Namun, penulisan ulang total—di mana setiap kata diganti—akan menghilangkan tanda tersebut.

"Dalam kasus terakhir, tentu bisa diperdebatkan apakah teks itu masih bisa disebut sebagai konten buatan AI," tambah Anthropic.

Untuk teks yang hanya dibaca ulang atau disunting oleh Claude, deteksi watermark bergantung pada panjang teks dan seberapa berat AI terlibat dalam proses editing. Jika hanya disunting ringan, hampir semua kata ditulis manusia sehingga tidak ada yang bisa dijadikan penanda.

Bagaimana dengan Kode Program?

Kode yang dihasilkan Claude akan memiliki watermark lebih sedikit dibandingkan teks biasa. Alasannya, model harus menghasilkan kode yang berfungsi dan tidak punya banyak kebebasan memilih di antara opsi yang setara.

"Namun, di area yang memungkinkan pilihan arbitrer—seperti komentar dalam kode—watermark tetap bisa diterapkan. Efeknya pada kode yang dihasilkan sangat kecil," jelas Anthropic.

Apakah Chatbot Lain Juga Akan Melakukan Hal yang Sama?

Anthropic menegaskan Claude bukan satu-satunya chatbot yang akan menerapkan watermark. "Pengembang model besar lainnya telah menandatangani Code of Practice yang sama dan akan menerapkan watermark mereka masing-masing," tulis perusahaan.

Pendekatan ini berbeda dari metode deteksi AI yang ditawarkan perusahaan seperti Pangram, yang mencari pola khas dalam tulisan seperti konstruksi kalimat "ini bukan [X], melainkan [Y]". Watermark bekerja pada level yang lebih fundamental—menanamkan tanda digital sejak awal teks dibuat.

Bagi pengguna di Indonesia yang menggunakan Claude untuk keperluan pekerjaan atau riset, perubahan ini tidak akan mengubah pengalaman sehari-hari. Teks yang dihasilkan tetap sama kualitasnya. Yang berubah adalah kemampuan pihak ketiga—seperti penerbit, platform pendidikan, atau institusi—untuk memverifikasi asal-usul konten jika diperlukan.

Follow www.sulseldaily.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks