SULAWESI SELATAN — Keputusan mengejutkan datang dari Diego Forlan. Legenda Uruguay yang kini memegang kendali tim senior hingga Maret 2027 itu secara terbuka membuka ruang bagi Luis Suarez untuk kembali berseragam biru langit. Pernyataan ini sekaligus memanaskan diskusi publik sepak bola Uruguay yang masih panas pasca-kegagalan di Piala Dunia 2026.
Forlan ditunjuk sebagai pelatih interim setelah Marcelo Bielsa mengundurkan diri. Tugas pertamanya jelas: membangun ulang skuad yang tersingkir di fase grup. Namun, di tengah agenda peremajaan, nama Suarez justru muncul pertama kali dalam konferensi pers perdananya.
Keyakinan Forlan pada Kualitas dan Pengalaman Suarez
Ditanya soal kemungkinan memanggil Suarez, Forlan tidak ragu menjawab. Ia bahkan menegaskan hubungan personal yang erat dengan mantan rekan duetnya di lini serang itu.
"Saya sangat menyayangi Luis dan sangat percaya kepadanya. Jika dia memenuhi syarat untuk dipanggil, dia adalah orang Uruguay. Jadi, bisa memiliki pemain seperti Luis dengan pengalaman seperti itu... Dia masih memiliki gol dan terus menunjukkannya setiap akhir pekan ketika bermain. Mengapa tidak? Itu akan dilihat lebih lanjut nanti. Tidak ada yang akan memperdebatkan siapa Luis," ujar Forlan dikutip dari World Soccer Talk.
Pernyataan ini kontras dengan keputusan Bielsa yang mencoret Suarez dari skuad Piala Dunia 2026. Keputusan itu menjadi salah satu pemicu ketegangan internal yang berujung pada mundurnya pelatih asal Argentina tersebut.
Jejak Klasik Duet Forlan-Suarez di Panggung Dunia
Hubungan Forlan dan Suarez bukan sekadar rekan setim. Keduanya adalah poros kebangkitan Uruguay pada era keemasan yang dimulai di Piala Dunia 2010. Kala itu, Forlan meraih Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen, sementara Suarez menjadi pusat perhatian dunia lewat insiden handball kontroversial melawan Ghana yang menyelamatkan gawang Uruguay di garis akhir.
Dua tahun berselang, duet ini kembali berpadu untuk mengantarkan Uruguay menjuarai Copa America 2011 di Argentina. Trofi itu hingga kini menjadi gelar internasional utama terakhir bagi La Celeste. Keduanya juga tampil bersama di Piala Dunia 2014 Brasil sebelum Forlan memutuskan pensiun dari tim nasional.
Mengapa Keputusan Ini Krusial bagi Masa Depan Uruguay?
Kembalinya Suarez bukan sekadar soal nostalgia. Di usia 38 tahun, ketajamannya di depan gawang masih terbukti di kompetisi liga Amerika Serikat. Forlan tampaknya ingin memadukan pengalaman Suarez dengan darah muda yang sedang ia siapkan dari tim U-20.
Keputusan final tetap menunggu evaluasi lebih lanjut. Namun, pintu yang terbuka ini memberi pesan jelas: era Bielsa yang kaku telah berakhir, dan Forlan datang dengan pendekatan berbeda. Ia menghargai hierarki dan kontribusi pemain senior yang masih layak membela negara.