SULAWESI SELATAN — Stellantis resmi memperkenalkan Leapmotor ke pasar Indonesia di ajang GIIAS 2026. Bukan cuma satu, dua model langsung diluncurkan sekaligus: B10 yang dibanderol Rp 499 juta dan C10 yang menjadi fokus utama kami kali ini dengan harga Rp 618 juta.
Khusus 500 pemesan pertama di GIIAS 2026, Leapmotor memberikan harga promo Rp 598 juta untuk C10. Pertanyaannya, apakah dengan banderol tersebut mobil ini tetap masuk akal untuk dibeli, atau justru tersaingi oleh kompetitor yang sudah lebih dulu eksis?
Desain Eksterior dan Interior: Premium di Atas Kertas
Secara visual, C10 tampil dengan bahasa desain minimalis yang mengedepankan kesan futuristik. Fasia depan tertutup dengan continuous light strip LED melintang, gagang pintu tersembunyi, dan pelek 20 inci membuatnya terlihat lebih mahal dari harga yang ditawarkan.
Bagian belakangnya juga tidak kalah menarik dengan taillight terintegrasi dan spoiler. Sayangnya, dari bahan rilis yang kami terima, tidak ada informasi detail mengenai dimensi atau ground clearance yang bisa kami jadikan bahan perbandingan.
Masuk ke kabin, tema lounge langsung terasa. Dasbornya bersih tanpa tombol fisik, semua kontrol terpusat pada layar sentuh besar. Panoramic roof super lebar menambah kesan lapang, dan material jok serta dasbor menggunakan bahan berkualitas baik untuk kelas harga Rp 590 jutaan.
Teknologi: Snapdragon 8155 dan Konsep SDV
Leapmotor C10 mengusung konsep Software Defined Vehicle (SDV) dengan chipset Qualcomm Snapdragon 8155 yang mengoperasikan Leap OS 4.0. Dua layar utama berukuran 14,6 inci dan 10,25 inci menjadi pusat kendali, mendukung Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel plus kontrol jarak jauh via aplikasi.
Sistem ini ditenagai unit kontrol pusat terintegrasi 4-in-1 yang menggabungkan Smart Cockpit, Intelligent Driving, Power Domain, dan Body Domain. Ada juga paket audio 7.1-channel dengan 12 speaker berdaya 840 Watt yang menjadi nilai jual utama di kelasnya.
Keamanan: Klaim Bintang 5 E-NCAP dan ADAS Level 2
Soal keselamatan, C10 diklaim telah memenuhi standar uji tabrak bintang lima E-NCAP. Perlindungan pasif mengandalkan rangka baja berdaya tahan tinggi dan 7 titik airbag.
Fitur aktifnya menggunakan ADAS Level 2 dengan kombinasi 5 radar dan 1 kamera yang menyediakan 16 fungsi, termasuk ACC, LCC, AEB, BSD, hingga TJA. Namun perlu dicatat, ini adalah klaim pabrikan yang belum kami verifikasi langsung di jalan raya Indonesia.
Spesifikasi dan Baterai: Angka yang Perlu Dicermati
C10 ditenagai motor listrik RWD dengan tenaga 165 kW (221 hp) dan torsi 360 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam tercatat dalam 7,5 detik dengan kecepatan maksimal 180 km/jam.
Baterainya berkapasitas 69,9 kWh dengan klaim jarak tempuh 478 km menggunakan metode NEDC. Perlu diingat, standar NEDC biasanya lebih optimis dibandingkan WLTP atau kondisi nyata. Dukungan DC Fast Charging CCS2 hingga 120 kW diklaim mampu mengisi dari 30 ke 80 persen dalam 24 menit, dan pengisian AC rumahan maksimal 11 kW.
Platform Cell To Chassis (CTC) 2.0 yang mengintegrasikan sel baterai ke struktur kendaraan menjadi dasar bangun mobil ini.
Kelebihan dan Kekurangan Leapmotor C10
Setelah mempelajari seluruh spesifikasi yang dirilis, berikut poin penting yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memesan:
- Kelebihan: Jarak tempuh 478 km (NEDC) yang kompetitif di kelasnya
- Kelebihan: Fitur ADAS Level 2 dengan 16 fungsi dan klaim keselamatan bintang 5 E-NCAP
- Kelebihan: Kabin mewah dengan material premium dan panoramic roof luas
- Kekurangan: Harga Rp 618 juta sudah masuk zona kompetisi ketat dengan merek Jepang dan Korea
- Kekurangan: Klaim jarak tempuh NEDC biasanya tidak merepresentasikan kondisi berkendara aktual di Indonesia
- Kekurangan: Jaringan layanan purna jual Leapmotor di Indonesia masih baru dan belum teruji
Verdict: Menarik, Tapi Bukan Lagi Pilihan "Murah"
Leapmotor C10 adalah produk yang serius. Fitur yang ditawarkan sangat lengkap, desainnya premium, dan spesifikasinya impresif. Namun dengan harga Rp 618 juta, mobil ini tidak lagi berada di segmen EV China yang agresif soal harga.
Mobil ini cocok untuk Anda yang menginginkan SUV listrik dengan fitur terlengkap dan desain futuristik tanpa harus menunggu antrean panjang. Kurang cocok untuk Anda yang prioritas utamanya adalah nilai jual kembali dan jaringan servis yang sudah mapan, karena Leapmotor masih perlu membuktikan diri di pasar Indonesia.