Rupiah Dekati Rp17.900 per Dolar AS Pagi Ini, Analis Sebut Dipicu Serangan AS ke Iran

Penulis: Fauzan Arifin  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 10:04:01 WIB
Rupiah melemah mendekati Rp17.900 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pagi ini.

JAKARTA — Rupiah kembali tertekan di awal perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.00 WIB, mata uang Indonesia melemah 0,30 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Posisi rupiah pagi ini nyaris menyentuh level psikologis Rp17.900 per dolar AS. Analis memperkirakan pergerakan sepanjang hari berada dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.900.

Tekanan Meluas ke Mata Uang Asia dan Eropa

Pelemahan rupiah terjadi seiring mayoritas mata uang kawasan Asia yang juga terkoreksi. Ringgit Malaysia turun 0,24 persen, dolar Singapura melemah 0,16 persen, dan yuan China terkoreksi 0,05 persen. Yen Jepang dan peso Filipina masing-masing turun 0,04 persen dan 0,18 persen.

Hanya dolar Hong Kong yang mencatatkan penguatan tipis 0,03 persen terhadap dolar AS.

Di negara maju, euro Eropa turun 0,13 persen dan poundsterling Inggris melemah 0,19 persen. Dolar Australia menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 0,29 persen, disusul dolar Kanada dan franc Swiss yang masing-masing turun 0,10 persen dan 0,20 persen.

Analis: Sentimen Perang Jadi Pemicu Utama

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah pagi ini tidak terlepas dari faktor eksternal. Menurutnya, kabar penyerangan terbaru AS ke Iran memperburuk prospek perdamaian di Timur Tengah.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat menyusul berita penyerangan terbaru AS ke Iran, memperumit prospek harapan pada perdamaian di Timur Tengah," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Fakta Singkat Pergerakan Rupiah Pagi Ini

  • Rupiah dibuka di level Rp17.855 per dolar AS, melemah 54 poin (0,30 persen)
  • Rentang pergerakan diproyeksikan Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS
  • Sebagian besar mata uang Asia dan Eropa kompak melemah terhadap dolar AS
Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top