MAKASSAR — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat kenaikan IPM terjadi pada semua dimensi penyusunnya, meliputi umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Selama periode 2022-2026, IPM Sulawesi Selatan tumbuh rata-rata 0,88 persen per tahun.
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Ariyanto, menyebut perbaikan itu berlangsung konsisten dalam lima tahun terakhir.
"Peningkatan IPM Sulawesi Selatan tahun 2026 didukung oleh kemajuan pada semua dimensi penyusunnya. Jika melihat perkembangan selama lima tahun terakhir, seluruh indikator pembentuk IPM menunjukkan peningkatan yang konsisten," ujar Ariyanto.
Umur Harapan Hidup Naik Jadi 74,37 Tahun
Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, umur harapan hidup saat lahir penduduk Sulawesi Selatan mencapai 74,37 tahun pada 2026. Angka itu naik 0,22 tahun dari tahun sebelumnya.
Sektor pendidikan juga bergerak positif. Harapan lama sekolah (HLS) penduduk usia tujuh tahun naik dari 13,56 tahun pada 2025 menjadi 13,57 tahun pada 2026.
Rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk berusia 25 tahun ke atas melonjak 0,19 tahun, dari 9,00 tahun menjadi 9,19 tahun.
Pengeluaran Riil Warga Naik Rp515.000 per Tahun
Perbaikan signifikan terjadi pada dimensi standar hidup layak. Rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp13,29 juta pada 2026.
Nominal itu melonjak Rp515.000 atau 4,03 persen dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan dimensi pengetahuan dan ekonomi masyarakat tercatat bergerak lebih cepat dari tahun lalu.
Bone Catat Pertumbuhan Tertinggi 1,35 Persen
Seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan kompak mengalami kenaikan IPM. Kabupaten Bone mencatat lonjakan pertumbuhan tertinggi sebesar 1,35 persen.
Tana Toraja, Toraja Utara, dan Soppeng menyusul dengan pertumbuhan masing-masing 1,32 persen. Peta pembangunan manusia di Sulsel pun makin solid.
Sebanyak 21 kabupaten mengamankan posisi dalam kategori tinggi dengan IPM di atas 70, sementara tiga wilayah perkotaan menembus kategori sangat tinggi.
"Secara umum, sebagian besar wilayah di Sulawesi Selatan telah berada pada kategori pembangunan manusia tinggi dengan nilai IPM di atas 70. Sebanyak 21 kabupaten berada pada kategori tinggi, sedangkan tiga kota telah mencapai kategori sangat tinggi," kata Ariyanto.
Makassar, Parepare, dan Palopo di Kategori Sangat Tinggi
Tiga kota yang masuk kategori sangat tinggi tersebut yakni Makassar, Parepare, dan Palopo. Status pembangunan manusia Sulawesi Selatan sendiri bertahan di kategori tinggi sejak 2020.
Capaian 2026 diraih di tengah upaya pembangunan yang berlangsung di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.