MAKASSAR — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Institute Sulawesi Selatan resmi melantik 113 pengurus baru untuk masa bakti 2026-2028. Pelantikan yang berlangsung pada Sabtu (2/5/2026) ini menandai komitmen organisasi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan yang terstruktur dan berkelanjutan di daerah tersebut.
Ketua HIPMI Institute Sulsel, M. Yusuf Sirajuddin, menegaskan fokus utama kepengurusannya adalah meningkatkan kapasitas para pendiri bisnis secara fundamental. Melalui tagline "Skill up founder-nya, scale up bisnisnya", lembaga ini ingin memastikan pertumbuhan usaha berjalan beriringan dengan kompetensi individu pemiliknya.
Langkah ini diambil berdasarkan filosofi bahwa pertumbuhan sebuah bisnis sangat bergantung pada kapasitas pendirinya. Jika keterampilan seorang founder ditingkatkan, maka secara otomatis skala bisnis yang dikelola akan ikut membesar dan lebih kompetitif di pasar.
Fokus Transformasi Pola Pikir Pencipta Lapangan Kerja
Yusuf menjelaskan bahwa visi besar HIPMI Institute adalah mengubah paradigma anak muda di Sulawesi Selatan. Alih-alih berorientasi mencari pekerjaan setelah lulus, mereka didorong untuk langsung merintis usaha sendiri yang mampu menyerap tenaga kerja luas.
Organisasi ini memposisikan diri sebagai Ecosystem Enabler yang menjembatani potensi lokal dengan peluang industri. Pendekatan yang digunakan mencakup jalur pendidikan formal dan informal guna memastikan keberlanjutan bisnis para pengusaha muda di daerah.
Kolaborasi Kurikulum Kewirausahaan dengan Unismuh dan UC
Sebagai langkah konkret, HIPMI Institute Sulsel segera merumuskan program kerja strategis melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi. Organisasi ini berencana menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan Universitas Ciputra (UC).
Kerja sama tersebut bertujuan melakukan intervensi pada kurikulum kampus agar lebih relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Mahasiswa akan mendapatkan motivasi dan pelatihan praktis agar siap membuka lapangan kerja baru sesaat setelah mereka menyelesaikan studi.
Pembangunan Institute Hub sebagai Wadah Kolaborasi
Selain pendidikan formal, HIPMI Institute juga akan membangun "Institute Hub" sebagai pusat pengembangan ekosistem yang terintegrasi. Fasilitas ini dirancang untuk menjadi wadah belajar sekaligus titik temu kolaborasi antar pengusaha muda di berbagai sektor.
Seluruh detail operasional dan target jangka pendek organisasi akan dimatangkan dalam Rapat Kerja (Raker) mendatang. Program ini diharapkan mampu melahirkan founder muda yang tidak hanya menguasai pasar lokal, tetapi juga memiliki daya saing untuk menembus pasar global.
Pelantikan ini menjadi awal dari perjalanan tiga tahun ke depan bagi 113 pengurus untuk membuktikan peran nyata HIPMI Institute dalam mencetak generasi emas pengusaha dari Indonesia Timur.