Hujan Lebat Jepang Timpa Fukuroda Falls hingga Tokyo German Village, Ini Dampaknya

Penulis: Jauhari Lubis  •  Rabu, 09 September 2026 | 10:37:01 WIB
Debit air Fukuroda Falls meningkat drastis dan berubah keruh menyusul hujan lebat yang melanda Jepang.

SULAWESI SELATAN — Badan Meteorologi Jepang sempat mengeluarkan peringatan banjir Level 5 untuk Sungai Shonai yang melintasi Prefektur Gifu dan Aichi pada Selasa (8/9/2026). Curah hujan di Nagoya mencapai 104 milimeter per jam, merendam jalur JR Chuo dan ruas jalan di kawasan Sakae. Gangguan ini juga sempat menghentikan layanan Tokaido Shinkansen dan Sanyo Shinkansen sebelum kembali normal sekitar pukul 17.15 waktu setempat.

Fukuroda Falls: Debit Air Meningkat, Pemandangan Berubah

Salah satu dari tiga air terjun paling terkenal di Jepang ini berada di Daigo, Prefektur Ibaraki. Rekaman pada Senin pagi (7/9/2026) menunjukkan air berwarna cokelat keruh mengalir jauh lebih deras dari kondisi normal, menciptakan pemandangan yang lebih dramatis namun menyulitkan pengunjung.

"Ketika hujan turun, lebih sedikit orang yang datang dan jumlah pengunjung belum benar-benar kembali seperti sebelumnya," ujar Naoki Fujita, pengelola fasilitas observasi Fukuroda Falls.

Ia menjelaskan, debit air yang meningkat memang membuat air terjun terlihat lebih kuat. Namun, percikan air yang dihasilkan justru menghalangi pandangan pengunjung ke arah air terjun.

Oshima: Rekor Curah Hujan dan Wisatawan yang Terkendala

Oshima, salah satu Kepulauan Izu di bawah administrasi Tokyo, mencatat curah hujan 581,5 milimeter dalam 24 jam pada Senin (7/9/2026). Angka ini menjadi rekor tertinggi untuk bulan September sejak pencatatan dimulai.

Pembatalan ferry membuat sejumlah wisatawan tidak bisa meninggalkan pulau. Seorang pengunjung bahkan harus mengungsi ke Oshima High School di hari pertama perjalanan karena penginapannya berada di kawasan dengan peringatan longsor.

Meski kondisi laut sempat membaik, dua kelompok dengan reservasi diving pada Selasa (8/9/2026) tetap tidak diizinkan masuk ke laut. Peringatan keselamatan belum dicabut hingga saat itu.

Tokyo German Village: 40 Ribu Marigold Roboh

Area bunga di Tokyo German Village, Sodegaura, Prefektur Chiba, mengalami kerusakan signifikan. Sekitar 40 ribu tanaman marigold yang mendekati puncak musim berbunga terdampak aliran air di area lereng. Tanaman cosmos yang baru tumbuh juga sebagian tertimbun tanah dan sedimen.

"Marigold ini baru memasuki musimnya, jadi melihatnya roboh merupakan bagian yang paling menyakitkan," kata Kota Yamano dari Tokyo German Village.

Pihak pengelola menghadapi dilema dalam pembersihan. Proses pemindahan tanah berisiko merusak tanaman yang masih bertahan.

Potensi Hujan Susulan dan Imbauan untuk Wisatawan

Nobuyuki Tsuchiya, peneliti Riverfront Research Center, mengingatkan bahwa permukaan sungai dapat tetap tinggi selama dua hingga tiga hari setelah hujan deras. Air yang terserap tanah akan terus mengalir menuju sungai, sementara tanah yang sudah jenuh membuat hujan berikutnya lebih mudah menjadi aliran permukaan.

Badan Meteorologi Jepang memperingatkan potensi terbentuknya linear rainbands hingga Rabu (9/9/2026) di wilayah Tokyo, Saitama, Chiba, Kanagawa, Osaka, dan Hyogo. Wisatawan yang menuju kawasan pegunungan, ngarai, sungai, dan air terjun diminta waspada terhadap banjir, longsor, serta kenaikan permukaan air secara mendadak.

Untuk perjalanan ke daerah terdampak, sebaiknya pantau informasi resmi dari Badan Meteorologi Jepang dan operator transportasi sebelum berangkat. Kondisi cuaca ekstrem seperti ini bisa berubah cepat, dan keselamatan tetap prioritas utama.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top