PT PLN (Persero) ULP Lakawan memberlakukan pemadaman listrik bergilir di wilayah kerja Enrekang-Toraja, Sulawesi Selatan, akibat sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan yang masih memasuki fase transisi pemulihan. Kebijakan pengaturan beban ini mulai diterapkan pada Rabu, 9 September 2026, dalam rangka program Peningkatan Keandalan Listrik.
Manajemen kelistrikan di wilayah Enrekang dan Toraja memasuki masa penyesuaian teknis. PT PLN (Persero) ULP Lakawan mengambil langkah pemadaman terencana demi mengamankan pasokan regional. Tekanan pada jaringan menuntut respons terukur.
Sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) saat ini belum beroperasi penuh. Kondisinya masih berada dalam tahap transisi pemulihan suplai energi secara bertahap. Situasi tersebut memaksa operator membagi beban daya ke beberapa sub-sistem.
Langkah pengaturan beban ini mutlak dilakukan demi menjaga kestabilan sistem kelistrikan antardaerah. Tanpa manajemen beban, lonjakan daya dapat memicu gangguan yang jauh lebih luas. Selain itu, prosedur ini memastikan keselamatan petugas di lapangan selama proses pemulihan berjalan.
Fase transisi pemulihan kelistrikan menuntut keseimbangan presisi antara kapasitas pembangkit dan konsumsi riil pelanggan. Operator teknis PLN membatasi aliran setrum secara bergilir untuk mencegah pemadaman total secara mendadak. Kestabilan transmisi menjadi prioritas utama.
Risiko kerja teknisi teknis juga menjadi pertimbangan sentral perusahaan. Pekerjaan perbaikan jaringan distribusi bertegangan tinggi tidak bisa dikerjakan sembarangan tanpa pembebasan daya. Keamanan personel lapangan mutlak terjamin.
PLN menegaskan bahwa jadwal pemadaman berkala ini masih berstatus estimasi awal. Durasi serta waktu pelaksanaan berpotensi berubah mengikuti dinamika real-time kondisi sistem Sulbagsel. Keputusan diatur sesuai fluktuasi beban harian.
Penghentian suplai daya tahap awal dimulai pagi hari. Sesi 1 berlangsung pukul 09.00-13.00 WITA dengan cakupan area perbatasan dan pemukiman padat. Puluhan titik masuk dalam daftar manajemen beban pertama ini.
Daftar wilayah terdampak Sesi 1 meliputi:
Pengaturan beban berlanjut pada sore hingga malam hari. Sesi 2 dijadwalkan pada pukul 16.30-19.30 WITA, mencakup titik-titik krusial di jalur penghubung. Aliran listrik dipadamkan sementara selama tiga jam.
Wilayah yang masuk dalam daftar Sesi 2 mencakup:
Tahap penutup, yakni Sesi 3, dijadwalkan berjalan pada malam hari pukul 20.30-23.30 WITA. Sesi ini menyasar puluhan perkampungan di pelosok Enrekang dan Toraja. Pasokan listrik diistirahatkan guna menyeimbangkan cadangan sistem transmisi malam.
Wilayah terdampak Sesi 3 meliputi:
Masyarakat diminta bersiap menghadapi ketidakpastian operasional selama proses normalisasi berlangsung. Perubahan durasi pemadaman dapat terjadi tanpa pemberitahuan panjang apabila stabilitas frekuensi belum tercapai. Pengguna alat elektronik diimbau memutus sambungan listrik saat giliran padam berlangsung.
PLN membuka akses pelaporan publik secara terpusat untuk mengantisipasi insiden darurat di luar jadwal. Pelanggan dapat memantau status pemulihan terkini lewat aplikasi PLN Mobile. Akses pengaduan langsung juga disediakan melalui Contact Center 123.
Pembaruan data operasional kelistrikan daerah turut dipublikasikan melalui situs resmi pln.co.id. Pelanggan diimbau memanfaatkan kanal resmi tersebut guna menghindari disinformasi terkait jadwal pasokan listrik.
Jadwal merupakan estimasi awal. Waktu dan durasi berpotensi berubah karena sistem kelistrikan Sulbagsel masih dalam tahap transisi pemulihan. Pengaturan beban dilakukan untuk menjaga kestabilan sistem sekaligus keselamatan petugas di lapangan. Pengaduan: PLN Mobile atau Contact Center 123, situs pln.co.id.