Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Makassar Selatan menggelar program Pajak Bertutur 2026 di SMP Negeri 8 Makassar untuk membangun kesadaran perpajakan sejak usia dini. Kegiatan ini diisi kuis interaktif dan permainan edukatif yang melibatkan para siswa secara langsung. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda serentak yang berlangsung di 532 sekolah di seluruh Indonesia.
MAKASSAR — Siswa SMP Negeri 8 Makassar diajak mengenal peran pajak dalam pembangunan bangsa melalui program Pajak Bertutur 2026 yang digelar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Makassar Selatan. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan budaya patuh pajak sejak dini kepada generasi muda yang kelak menjadi calon wajib pajak.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga terlibat dalam kuis interaktif dan permainan yang dirancang untuk meningkatkan konsentrasi serta pemahaman mereka tentang perpajakan.
Kepala Seksi Pelayanan KPP Pratama Makassar Selatan, Faisal Amansyah, menegaskan bahwa edukasi ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Menurutnya, generasi muda adalah penerus yang kelak akan berkontribusi langsung terhadap penerimaan negara.
“Generasi muda adalah penerus bangsa sekaligus calon wajib pajak yang kelak berkontribusi bagi pembangunan. Pajak Bertutur hadir sebagai upaya DJP membangun budaya sadar pajak yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Makassar, Jumat.
Penyampaian materi dilakukan oleh penyuluh pajak Andi Wawan Mulyawan dan Bakri Tangga dengan metode yang ringan namun bermakna. Pendekatan ini dipilih agar siswa lebih mudah memahami fungsi pajak dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kewajiban formal negara.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 8 Makassar, Nur’aeni AR MPd, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan edukatif ini di sekolahnya. Ia menilai pengenalan pajak sejak dini akan membentuk karakter warga negara yang sadar hak dan kewajibannya.
“Edukasi tentang pajak sangat penting untuk dikenalkan sejak dini kepada anak-anak, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai warga negara,” jelas Nur’aeni.
“Kegiatan ini juga membuka wawasan siswa dan siswi kami bahwa pajak merupakan bagian dari gotong royong membangun Indonesia,” sambungnya.
Program Pajak Bertutur 2026 tidak hanya digelar di Makassar. Kegiatan serupa berlangsung serentak di 532 sekolah tingkat SD/Sekolah Rakyat, SMP, dan SMA yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami kewajiban perpajakan secara teoretis, tetapi juga merasakan semangat partisipasi dalam agenda nasional yang berjalan serempak di berbagai daerah.