SELAYAR — Pameran Pengabdian Masyarakat Unhas (PPMU) 2026 di Kabupaten Kepulauan Selayar tidak hanya menjadi ajang pameran produk, melainkan juga ruang mendorong UMKM lokal menembus pasar yang lebih luas. Universitas Hasanuddin (Unhas) menilai potensi daerah kepulauan ini masih bisa dikembangkan jauh lebih besar bila didukung pendampingan berkelanjutan, bukan sekadar pemanfaatan bahan baku.
Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM Unhas, Prof Muhammad Arsyad, menjelaskan bahwa ekspo ini menjadi medium untuk mengidentifikasi potensi lokal yang memiliki peluang dikembangkan secara berkelanjutan. Fokus utamanya adalah produk UMKM berbasis sumber daya lokal yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat Selayar.
Menurut Prof Arsyad, pengembangan produk lokal tidak boleh berhenti pada tahap pemanfaatan bahan mentah. Dibutuhkan intervensi berupa penguatan kapasitas masyarakat agar potensi daerah bisa bertransformasi menjadi sektor usaha dan industri yang berkelanjutan.
"Perlu pendampingan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, sehingga potensi daerah dapat berkembang menuju sektor usaha dan industri yang berkelanjutan, dan membuka ruang pengembangan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi," katanya dalam keterangan yang diterima di Makassar, Rabu.
Keberlanjutan usaha itu diharapkan memberi efek berantai, mulai dari peningkatan pendapatan warga, perbaikan lingkungan, hingga pertumbuhan ekonomi kabupaten. Aktivitas ekonomi yang tumbuh dari penguatan usaha masyarakat juga dinilai akan berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah.
Unhas turut mengarahkan kontribusinya pada penguatan sumber daya manusia di Selayar. Sejumlah fakultas dilibatkan untuk menjalankan pelatihan, penyuluhan, pendidikan politik dan hukum, serta kegiatan peningkatan kapasitas lainnya. Sekolah Vokasi Unhas yang sudah berbasis di Selayar menjadi salah satu garda terdepan dalam program ini.
Dengan kehadiran kampus vokasi di tengah masyarakat, transfer keterampilan praktis diharapkan berjalan lebih dekat dan berkesinambungan. Warga tidak perlu jauh-jauh keluar daerah untuk mendapatkan pelatihan pengembangan usaha.
Langkah berikutnya, Unhas merencanakan pengembangan sejumlah desa potensial sebagai Desa Binaan melalui skema pendampingan multiyears. Pendekatan ini dipilih agar hasil pendampingan dapat diukur secara lebih jelas dan akurat dari waktu ke waktu.
"Unhas merencanakan sejumlah desa potensial untuk dikembangkan sebagai Desa Binaan melalui skema multiyears. Pendekatan ini kami harapkan memungkinkan dampak pendampingan dapat diukur secara lebih jelas dari waktu ke waktu," kata Prof Arsyad.
Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Muhtar, menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan sekaligus mempromosikan potensi produk lokal daerahnya. Ia berharap kolaborasi antara Unhas dan pemerintah kabupaten semakin erat agar berbagai program pengabdian benar-benar menjawab kebutuhan pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Kami sangat mengapresiasi Unhas yang terus memberikan perhatian kepada Selayar. Kami berharap kolaborasi ini dapat ditingkatkan sehingga program-program Unhas dapat semakin mendukung agenda pembangunan daerah," jelas Muhtar saat membuka pameran.
Pameran yang digelar dalam PPMU 2026 tersebut menampilkan beragam produk hasil pengembangan dan pendampingan masyarakat melalui program pengabdian Unhas di Kepulauan Selayar.