PAREPARE — Tasming Hamid menegaskan bahwa kesuksesan peserta pelatihan vokasi sangat bergantung pada keseriusan masing-masing individu. "Ijazah dan sertifikat memang penting, tetapi yang lebih penting adalah keterampilan dan kompetensi yang kita miliki," ujarnya di Parepare, Kamis lalu.
Pernyataan itu ia sampaikan saat menanggapi kelanjutan program pelatihan yang digelar BPVP Pangkep di wilayahnya. Sejak Januari hingga Agustus 2026, lembaga pelatihan milik Kementerian Ketenagakerjaan itu telah melatih ratusan warga Parepare untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja.
Kepala BPVP Pangkep, Ashari Arifuddin, menyebutkan program ini tidak akan berhenti. Pihaknya akan berkolaborasi dengan Kementerian Sosial untuk menjaring warga Parepare yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4—kelompok ekonomi terendah dalam data kesejahteraan sosial.
"Ke depan kita lanjutkan kerja sama dengan Kementerian Sosial. Ada sekitar 220 orang masyarakat Parepare yang akan kita sasar. Setelah diberikan kompetensi, mereka juga akan mendapatkan peralatan untuk menunjang keterampilan yang telah diperoleh," kata Ashari.
Selain program dari Kemensos, gelombang pelatihan lanjutan yang melibatkan 128 peserta juga tengah disiapkan. Ashari memastikan peserta tidak hanya dilatih di ruang kelas. BPVP Pangkep menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan sejumlah pengusaha sejak awal agar lulusan langsung memiliki jalur masuk ke industri.
Setiap peserta wajib mengikuti uji kompetensi di akhir masa pelatihan. Mereka yang dinyatakan lulus akan menerima sertifikat resmi sebagai bukti keterampilan, yang bisa dipakai untuk melamar pekerjaan atau mengembangkan usaha mandiri.
Program ini sejalan dengan visi "Parepare Keren" yang diusung pemerintah kota. Ashari mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Pemkot Parepare kepada institusinya. "Kami berharap kompetensi yang diperoleh betul-betul dimanfaatkan, sehingga peserta bisa langsung terjun ke industri," ujarnya.