SULAWESI SELATAN — Film berdurasi pendek yang diunggah kanal PeriscopeFilm ini bukan sekadar dokumentasi nostalgia. Di dalamnya, Geoff Duke memandu sekelompok pemuda dan editor majalah Motor Cycling, Bob Holliday, untuk membedah lintasan legendaris Isle of Man TT. Rekaman ini menawarkan pelajaran teknis yang tak lekang oleh waktu, meski motor dan sirkuit telah berubah drastis sejak era 1960-an.
Duke memulai pelajaran di Bradden Bridge, titik penting di sirkuit sepanjang pulau tersebut. Nasihatnya sederhana namun mendalam: "make haste slowly". Ia mengingatkan agar pengendara tidak melibas tikungan pertama dengan agresif berlebihan.
"Tidak ada gunanya datang ke tikungan pertama seperti kucing yang kena marah," jelas Duke, "jika kecepatanmu membuatmu tidak bisa memacu maksimal di tikungan kedua." Intinya, pengendara perlu mengatur ritme agar bisa keluar dari tikungan akhir dengan akselerasi penuh.
Bagian menarik lainnya adalah analisis di Ballaugh Bridge, salah satu titik tercepat di sirkuit. Duke menyebut momen melompat di jembatan ini sering menjadi incaran fotografer. Namun dari sisi teknis, ia menegaskan bahwa "waktu yang dihabiskan di udara adalah waktu yang terbuang."
Pengendara yang mahir bisa melewati bagian ini dengan "cepat dan mulus", sementara yang ragu-ragu akan kehilangan detik berharga dalam catatan waktu. Pelajaran ini menekankan pentingnya menjaga roda tetap menempel di aspal demi efisiensi waktu.
Puncak nasihat Duke adalah kalimat yang ia sendiri sebut paling penting: pengendara harus "mengetahui batas kemampuan dirinya dan motornya". Menurutnya, dengan memahami hal ini, seseorang bisa merencanakan pendekatan terbaik untuk setiap tikungan di sirkuit mana pun.
"Setelah dia menyadari hal ini, dia bisa merencanakan pendekatan dan menemukan cara untuk mengatasinya, sehingga setiap usaha terfokus untuk membawa motornya melewati lintasan dengan cepat dan aman," ujar Duke dalam film tersebut.
Menjelang akhir film, Duke memberikan pengingat keras yang relevan hingga kini. Ia menekankan perbedaan besar antara mengambil risiko terukur di sirkuit balap dengan aksi berbahaya di jalan umum.
"Ingat, ada perbedaan besar antara mengambil risiko yang diperhitungkan dalam kondisi terkontrol di sirkuit dan mengambil risiko yang tidak perlu di jalan raya," kata Duke. Ia menutup dengan pesan singkat, "'Safety first' mungkin terdengar klise, tapi itu masih menyelamatkan nyawa."
Film ini memang terasa kuno dengan alur yang lambat dan visual yang kadang tidak sinkron dengan narasi. Namun bagi yang sabar menonton, ada banyak pelajaran fundamental tentang kontrol gas, titik pengereman, dan manajemen risiko yang tidak berubah seiring perkembangan teknologi motor.