SULAWESI SELATAN — Harga jual emas Antam hari ini tercatat di level Rp 2.718.000 per gram, turun dari posisi Kamis kemarin yang berada di angka Rp 2.723.000 per gram. Harga buyback atau nilai yang diterima konsumen saat menjual kembali emasnya ke Antam juga ikut susut Rp 5.000 menjadi Rp 2.578.000 per gram.
Fluktuasi ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang sejarah yang pernah dicapai emas Antam pada 29 Januari 2026 lalu, ketika harganya menyentuh Rp 3.168.000 per gram dengan buyback di level Rp 2.989.000 per gram.
Antam menjual emas batangan dalam berbagai pecahan, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Untuk pecahan besar di atas 250 gram, pembelian dilakukan melalui sistem pre-order.
Pelemahan harga emas Antam terjadi di tengah sikap wait-and-see pelaku pasar global menjelang pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole, Wyoming, Jumat waktu setempat. Investor berharap pidato perdana Warsh akan memberi sinyal soal peta jalan pengendalian inflasi dan arah kebijakan moneter ke depan.
Di pasar spot, harga emas dunia menguat tipis 0,4 persen ke US$ 4.609,97 per ons pada perdagangan Kamis (27/8), setelah sehari sebelumnya anjlok 1,4 persen—penurunan harian terbesar dalam sepekan. Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik 0,2 persen ke US$ 4.664,40.
Reli emas pada awal pekan ini sempat didorong kekhawatiran penurunan nilai dolar AS setelah Departemen Keuangan Amerika meningkatkan pembelian kembali obligasi jangka panjang. Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn, menilai permintaan emas saat ini tetap kuat, datang dari arus dana masuk ke ETF hingga akumulasi bank sentral yang mencari aset alternatif selain dolar.
Data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS yang dirilis Rabu menunjukkan inflasi naik 3,7 persen secara tahunan hingga Juli, sedikit di atas perkiraan ekonom yang disurvei Reuters sebesar 3,6 persen. Angka ini menjadi acuan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Meski peluang kenaikan suku bunga pada September sudah menyusut menjadi 34 persen, pasar masih melihat kemungkinan 74 persen untuk kenaikan pada Desember, berdasarkan data CME FedWatch Tool. Suku bunga tinggi umumnya menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil, sehingga daya tariknya berkurang dibanding aset berbunga seperti obligasi.