MAKASSAR — Kesadaran melakukan servis berkala masih kerap diabaikan pengendara motor. Padahal, motor yang masih bisa melaju belum tentu seluruh komponennya sehat, dan kerusakan kecil yang dibiarkan bisa memicu kerusakan berantai pada mesin.
Instruktur Teknisi Astra Motor Sulawesi Selatan, Abdul Kadir Hasan, menjelaskan bahwa ada dua cara utama untuk memantau kondisi kendaraan. Pertama, memanfaatkan indikator maintenance di panel speedometer bagi tipe motor yang sudah dilengkapi fitur tersebut.
Bagi pengguna motor yang tidak memiliki lampu indikator maintenance, Abdul Kadir menyarankan untuk aktif memantau jarak tempuh di odometer. Hal ini menjadi panduan paling sederhana agar perawatan tidak terlewat.
“Untuk tipe yang tidak ada lampu indikator maintenance, perhatikan jarak tempuh. Setiap 2.000 kilometer lakukan penggantian oli mesin dan pembersihan beberapa komponen mesin setiap 4.000 kilometer,” ujar Abdul Kadir Hasan saat dihubungi Makassar Terkini, Rabu 26 Agustus 2026.
Selain berpatokan pada angka di odometer, kondisi performa kendaraan saat dikendarai juga menjadi sinyal penting. Pengendara perlu waspada ketika respons mesin mulai terasa lambat atau tidak responsif.
Tarikan awal yang terasa lemah dan berkurangnya kecepatan maksimal merupakan indikasi umum bahwa beberapa komponen mulai mengalami keausan. Kondisi ini sering kali dianggap wajar oleh pengendara, padahal bisa menjadi awal dari masalah yang lebih serius.
“Betul, jika muncul gejala yang abnormal silakan dilakukan servis. Jangan sungkan menyampaikan keluhan dan gejala yang dialami kepada petugas agar mekanik dapat mengerjakan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Abdul Kadir menegaskan bahwa motor yang masih bisa digunakan bukan berarti seluruh komponennya berada dalam kondisi prima. Seiring pemakaian, komponen seperti busi, filter udara, dan kampas rem pasti mengalami penurunan fungsi.
“Motor bisa jalan belum tentu dalam kondisi sehat karena beberapa komponen pasti akan mengalami keausan. Meskipun masih bisa jalan, hal itu hanya akan berakibat ketahanan motor menjadi singkat,” katanya.
Oleh karena itu, pemeriksaan berkala menjadi langkah penting untuk menjaga performa sekaligus memperpanjang usia pakai kendaraan. Servis rutin dinilai lebih murah dibandingkan biaya perbaikan besar akibat kerusakan yang dibiarkan menumpuk.