Kadis SDABK Pinrang Tinjau Muara Jampue 2 dan 3 yang Alami Pendangkalan Sebelum Musim Hujan

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:11:31 WIB
Kepala Dinas SDABK Kabupaten Pinrang meninjau kondisi Muara Jampue 2 dan 3 yang mengalami pendangkalan di Kecamatan Lanrisang, Rabu (26/8).

PINRANGPemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) bergerak memastikan sistem pengairan siap menghadapi musim penghujan. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan muara sungai di Lingkungan Jampue dan Dusun Wae Tuoe, Kecamatan Lanrisang.

Kepala Dinas SDABK Kabupaten Pinrang, Bachrumsyah, meninjau langsung kondisi Muara Jampue 2 dan Jampue 3 pada Rabu (26/8). Pendangkalan yang terjadi di kedua muara tersebut dinilai berpotensi menghambat kelancaran aliran air menuju laut.

Sedimentasi Jadi Penyebab Utama Penyempitan Muara

Bachrumsyah menjelaskan, sedimentasi yang menumpuk menyebabkan penyempitan dan pendangkalan pada bagian muara. Kondisi ini dikhawatirkan memicu genangan ketika debit air meningkat di musim hujan.

“Ini menjadi perhatian kita agar sebelum musim penghujan tiba, kondisi muara dapat ditangani sehingga aliran air dari saluran pembuang menuju muara tidak tersendat,” ungkapnya.

Risiko Genangan Mengancam Lahan Pertanian dan Tambak

Hambatan aliran air tidak hanya berisiko memicu genangan di permukiman, tetapi juga berdampak langsung pada areal pertanaman dan tambak milik warga. Sejumlah ruas jalan di sekitar wilayah tersebut juga dinilai rawan terdampak apabila saluran pembuang tidak berfungsi optimal.

Penanganan sedimen pada muara menjadi kunci untuk memperlancar aliran air dari saluran pembuang. Dengan begitu, potensi penyumbatan yang dapat merusak tanaman pertanian maupun menghambat akses transportasi bisa ditekan sejak dini.

Monitoring Jadi Langkah Awal Penentuan Penanganan

Kegiatan monitoring ini diharapkan menjadi dasar penentuan langkah teknis yang tepat agar sistem drainase dan saluran pembuang berfungsi maksimal. Pemerintah Kabupaten Pinrang berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya petani yang menggantungkan hidupnya pada lahan pertanian.

Perangkat daerah terkait akan terus memantau titik-titik rawan lainnya sebagai bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur pengairan yang lebih baik. Penanganan yang dilakukan lebih awal dinilai mampu meminimalkan risiko genangan saat curah hujan meningkat.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: ajatappareng.online This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top