SIDRAP — Titik api mulai terlihat sejak pagi hari di area belakang SDN 7 Arawa, Dusun Bunga Wellu. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung melaporkannya ke pihak kepolisian setempat. Tak butuh waktu lama, Kapolsek Watang Pulu IPTU Jamaluddin Halim bersama Babinsa Batu Lappa Sertu Hasdi bergerak ke lokasi untuk memastikan situasi.
Setelah berkoordinasi, dua armada mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Sidrap diterjunkan ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung cukup alot karena medan yang cukup tinggi, namun selang milik Damkar masih mampu menjangkau titik api. Sekitar pukul 16.40 WITA, api berhasil dijinakkan dan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Meski api telah padam, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti munculnya api. Kapolsek Watang Pulu menyebut bahwa musim kemarau yang melanda wilayah Sulawesi Selatan membuat lahan kering sangat mudah terbakar. Kondisi ini diperparah dengan lokasi kebakaran yang berada di kawasan dengan kontur tanah cukup tinggi.
"Begitu mendapat laporan dari warga, saya langsung menghubungi Damkar untuk bersama-sama melakukan pemadaman, dibantu warga setempat," ujar Jamaluddin kepada awak media di lokasi kejadian.
Proses pemadaman melibatkan kerja sama antara aparat kepolisian, TNI, petugas Damkar, dan warga sekitar. Mereka bahu-membahu memadamkan bara api yang masih menyala di sejumlah titik untuk mencegah kobaran api meluas ke area permukiman maupun lahan warga lainnya.
"Pemadaman terus kami lakukan ke titik api yang masih terlihat menyala. Dua armada mobil Damkar membantu memadamkan api sehingga sekitar pukul 16.40 WITA api berhasil dijinakkan," jelasnya.
Pasca kejadian, Kapolsek Watang Pulu mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan bahwa konsekuensi dari pembakaran lahan di musim kemarau sangatlah fatal dan bisa merugikan banyak pihak.
"Kami mengimbau kepada warga agar jangan melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan kebakaran hutan dan lahan, mengingat saat ini musim kering sehingga sangat mudah berpotensi terjadi kebakaran," pungkasnya.
Kerugian material akibat kebakaran ini diperkirakan cukup signifikan mengingat luas lahan bambu yang terbakar mencapai tiga hektare. Pihak kepolisian masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait kerugian yang dialami pemilik kebun.