PALOPO — Langkah UNCP membawa inovasi pembelajaran berbasis teknologi memasuki babak baru. Setelah melewati serangkaian pengujian laboratorium, prototipe Smart-AR PAI kini diuji langsung di lingkungan sekolah nyata untuk mengukur performa dan tingkat penerimaan pengguna.
Uji coba yang digelar Kamis (20/8) ini melibatkan para siswa dan guru di dua institusi pendidikan berbeda jenjang. Fokus utama pengujian adalah menilai aspek kegunaan sistem melalui metode System Usability Scale (SUS) serta mengukur kemudahan penyelesaian tugas dengan Single Ease Question (SEQ).
Hasil pengujian menunjukkan sambutan hangat dari para peserta didik. Mereka tampak antusias berinteraksi dengan objek digital tiga dimensi yang membuat materi abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami.
Para guru yang mendampingi menilai aplikasi ini memiliki potensi besar sebagai media pendukung pembelajaran. Selain interaktif, teknologi ini dinilai mampu memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di kalangan siswa.
Sebelum diterjunkan ke sekolah, produk ini telah melalui pengujian ketat di Fakultas Teknik Komputer UNCP. Rangkaian tersebut meliputi black box testing, white box testing, pengujian plagiasi, serta validasi komprehensif dari para ahli multimedia, teknologi pembelajaran, PAI, dan bahasa.
Keberhasilan uji lapangan ini menandai peningkatan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) prototipe dari level 4 yang merupakan validasi laboratorium, menuju TKT 6 yang berarti demonstrasi pada lingkungan sekolah yang relevan telah berhasil dilakukan.
Seluruh masukan dan data yang terkumpul dari pengujian UI/UX ini akan menjadi acuan utama bagi tim peneliti UNCP untuk melakukan penyempurnaan akhir produk.
Program hilirisasi ini menargetkan beberapa luaran konkret. Di antaranya peluncuran paket Modul Ajar Smart-PAI AR, pendaftaran Hak Cipta program komputer, serta penerbitan Manual Book sebagai panduan penggunaan media pembelajaran bagi khalayak luas.