Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka seleksi calon taruna/taruni 2026 dengan total 891 formasi. Pendaftaran berlangsung 18-30 Agustus 2026 melalui portal SSCASN BKN. Peluang ini terbuka bagi lulusan SMA/SMK sederajat dengan batas usia maksimal 23 tahun per 1 September 2026.
Lulusan SMA, SMK, dan sederajat yang bercita-cita berkarier di sektor transportasi memiliki kesempatan emas. Kemenhub kembali membuka penerimaan taruna dan taruni baru untuk tahun ajaran 2026, dengan kuota yang tersebar di berbagai sekolah kedinasan di bawah naungannya.
Setiap tahun, sekolah kedinasan Kemenhub menjadi salah satu destinasi favorit karena menawarkan pendidikan ikatan dinas dengan prospek karier yang jelas. Tahun ini, tersedia 891 kursi yang terbagi dalam dua jalur pendaftaran.
Seleksi 2026 membuka dua jalur bagi para pendaftar. Pertama, Pola Pembibitan Kemenhub yang merupakan jalur reguler langsung dari kementerian. Kedua, Pola Pembibitan Pemerintah Daerah (Pemda) yang diperuntukkan bagi pelamar dengan rekomendasi dari pemerintah daerah setempat.
Kedua jalur ini memiliki daya tampung yang berbeda dan persyaratan administratif yang perlu disesuaikan dengan asal pelamar. Calon taruna dan taruni wajib membuat akun di portal SSCASN BKN sebelum memulai proses pendaftaran.
Ada beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi seluruh pelamar. Batas usia pendaftar adalah minimal 16 tahun dan maksimal 23 tahun terhitung per 1 September 2026. Calon peserta juga harus berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan belum pernah menikah.
Komitmen untuk tidak menikah selama masa pendidikan menjadi salah satu poin penting yang harus disetujui. Terdapat juga ketentuan khusus bagi laki-laki, yaitu tidak memiliki tato atau bekas tato serta tidak bertindik di bagian tubuh mana pun. Pengecualian tindik hanya diberikan jika terkait ketentuan agama atau adat, dengan bukti surat keterangan dari pemuka agama atau adat saat tes kesehatan.
Bagi peserta formasi Orang Asli Papua (OAP), terdapat ketentuan khusus tambahan yang perlu dipenuhi. Setiap program studi di sekolah kedinasan juga bisa memiliki persyaratan pendidikan dan kesehatan yang berbeda-beda.
Proses seleksi dimulai dengan pendaftaran dan verifikasi administrasi. Pelamar yang dinyatakan lolos tahap ini berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Materi SKD mencakup tiga jenis tes utama: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Hasil SKD akan menentukan peserta yang berhak melanjutkan ke tahapan seleksi lanjutan yang diatur oleh Kemenhub dan masing-masing sekolah kedinasan.
Jadwal tahapan setelah SKD akan diumumkan kemudian melalui kanal resmi. Calon peserta disarankan rutin memantau informasi terbaru agar tidak tertinggal.
Pendaftaran hanya dilakukan secara online melalui portal resmi SSCASN BKN. Berikut langkah-langkahnya:
Masa pendaftaran hanya berlangsung kurang dari dua pekan. Siapkan seluruh dokumen sejak sekarang, buat akun lebih awal, dan pelajari ketentuan khusus dari sekolah yang dituju agar proses pendaftaran berjalan lancar.