Pemprov Sulsel Minta Warga Waspada Kebakaran Saat El Nino Kuat, Tana Toraja dan Gowa Jadi Perhatian

Penulis: Jauhari Lubis  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:02:02 WIB
Gubernur Sulsel mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan saat El Nino kuat.

MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meminta seluruh elemen masyarakat turut aktif menjaga lingkungan dan mengantisipasi titik api di wilayah rawan. Imbauan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Kamis, merespons kondisi cuaca ekstrem yang memicu kekeringan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat fenomena El Nino saat ini berada pada level kuat. Puncak musim kemarau untuk tahun 2026 diprediksi terjadi pada Agustus, sehingga risiko kekeringan meteorologis dan kebakaran hutan lahan meningkat signifikan di sejumlah wilayah Sulsel.

“Ayo warga kami tercinta, bersama-sama menjaga lingkungan sekitar serta mencegah dari kebakaran pada daerah dengan kerawanan tinggi,” kata Andi Sudirman.

Larangan Membakar Lahan dan Buang Sumber Api Sembarangan

Gubernur menegaskan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api. Membakar lahan secara sembarangan dan membuang benda yang bisa menjadi sumber api menjadi perhatian utama dalam imbauan tersebut.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, petugas pemadam kebakaran, dan warga menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas. Kondisi kemarau yang melanda saat ini membuat risiko penyebaran api semakin tinggi dan sulit dikendalikan.

“Mari kita jaga lingkungan kita bersama. Pencegahan lebih baik daripada kita harus menghadapi dampak kebakaran yang lebih besar,” ajaknya.

Dua Kabupaten Dilanda Kebakaran, Luas Lahan Terdampak Capai 15 Hektare

Kejadian kebakaran sudah mulai dilaporkan di beberapa titik. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tana Toraja menghanguskan area seluas sekitar 15 hektare.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, pemadam kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), serta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kehutanan dikerahkan untuk menangani kebakaran di kawasan Gunung Enrekang, Kabupaten Enrekang.

Penanganan serupa juga berlanjut di Kabupaten Gowa. Kebakaran melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Malino, Kecamatan Tinggimoncong, pada Rabu (19/8), menjadi kasus terbaru yang ditangani petugas gabungan.

Peringatan Dini Kekeringan untuk Sejumlah Wilayah Sulsel

BMKG telah memasukkan sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan dalam peringatan dini kekeringan meteorologis. Kondisi kering ini secara langsung meningkatkan kerentanan vegetasi dan lahan terhadap potensi kebakaran.

Pemprov Sulsel berharap kesadaran kolektif masyarakat dapat menekan risiko kebakaran sebelum dampaknya meluas. Pengawasan lingkungan menjadi langkah preventif yang paling efektif di tengah kondisi iklim yang tidak menentu ini.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top