Terapi Asap Kretek Rempah di Toraja Utara Mulai Dilirik Warga, Klaim Redakan Migrain hingga Asam Lambung

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:05:01 WIB
Sejumlah warga mengikuti terapi asap kretek rempah di sebuah klinik komunitas di Tallunglipu, Toraja Utara, Selasa (18/8/2026).

TORAJA UTARA — Aroma khas rempah memenuhi ruangan sebuah klinik komunitas di Jalan Poros Tagari-Bolu, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara. Satu per satu pasien datang membawa keluhan kesehatan yang mereka rasakan. Tempat ini merupakan cabang dari metode terapi tradisional 'sedot jero' yang sebelumnya dikenal di Karangdaleman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Pasien Datang dari Berbagai Kalangan, Termasuk ASN dan Warga Perantauan

Dalam sehari, lokasi terapi yang berada sebelum Simpang Tiga arah Panga ini disebut tidak pernah sepi. Pasien yang datang berasal dari berbagai kelompok usia dan latar belakang. Erlinuddin, seorang jurnalis media siber, mengaku sempat ragu sebelum akhirnya mencoba terapi tersebut karena penasaran dengan metode yang ditawarkan.

"Awalnya sih enggak berani. Tapi karena penasaran dan ada kondisi kesehatan yang kerap saya rasakan, makanya saya berani mencobanya. Setelah mencoba, puji Tuhan memang ada manfaat yang saya rasakan dari terapi asap rempah ini," kata Erlin saat ditemui di lokasi terapi, Selasa (18/8/2026) sore.

Menurut pengamatannya, sejumlah orang yang dikenal di Toraja, termasuk ASN dan warga Toraja yang berdomisili di Jakarta, turut mencoba metode ini. Erlin sendiri memiliki keluhan kecemasan, gangguan lambung, dan migrain yang kerap dirasakannya.

Ikhtiar Alternatif di Tengah Keterbatasan Bukti Medis

Pengelola menyebut terapi dilakukan oleh orang-orang yang telah mendapatkan pelatihan khusus di wilayah Yogyakarta. Ada pasien yang mengaku sebelumnya telah menjalani berbagai upaya pengobatan, termasuk berobat hingga ke luar negeri, namun belum mendapatkan perubahan seperti yang diharapkan.

"Semoga dengan hadirnya komunitas kretek rempah ini bisa menyelamatkan nyawa ratusan bahkan ribuan orang. Kalau saya lihat, ini sebuah misi kemanusiaan yang tidak semua orang tahu," tuturnya.

Meski demikian, pengalaman tersebut merupakan kesaksian pribadi pasien dan belum dapat dijadikan bukti medis bahwa terapi tersebut dapat menyembuhkan penyakit tertentu. Bagi para pasien yang datang, terapi asap rempah ini dipandang sebagai sebuah ikhtiar alternatif untuk menjaga dan memulihkan kondisi tubuh.

Di antara aroma rempah dan kepulan asap yang memenuhi ruangan, para pasien datang membawa harapan masing-masing. Sebagian datang karena rasa penasaran. Sebagian lainnya datang setelah mendengar pengalaman orang terdekat. Bagi mereka, kesembuhan tetap berada di tangan Tuhan, sementara berbagai upaya pengobatan menjadi bagian dari ikhtiar manusia. (*)

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: tekape.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top