Wali Kota Makassar Appi dan Melinda Aksa Ajak Warga Tamalanrea Pilah Sampah dari Rumah di Jelajah Sampah Titik ke-14

Penulis: Hendra Setiawan  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 09:24:01 WIB
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Ketua TP PKK Melinda Aksa memimpin aksi bersih-bersih dalam Jelajah Sampah titik ke-14 di Kecamatan Tamalanrea, Minggu (16/8/2026).

MAKASSAR — Kegiatan Jelajah Sampah yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar memasuki titik ke-14 dengan menyasar Kecamatan Tamalanrea, tepatnya di Jalan Bumi Tamalanrea Permai. Dalam aksi yang berlangsung Minggu (16/8/2026) itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi hadir langsung bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, untuk memimpin gerakan kebersihan yang dikemas sebagai sarana edukasi publik.

Appi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas memungut sampah di jalan. Ia menyebut Jelajah Sampah menjadi momentum untuk membuka mata warga terhadap kondisi lingkungan sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap kebersihan kotanya.

“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, dibutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, mulai dari rumah tangga, komunitas hingga berbagai unsur lainnya,” kata Munafri dalam keterangannya.

Pemilahan Sampah Dimulai dari Dapur dan Halaman Rumah

Menurut Appi, perubahan besar tidak harus dimulai dari kebijakan yang rumit. Justru langkah paling sederhana adalah membiasakan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari dapur rumah masing-masing. Warga diharapkan menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton yang menunggu petugas kebersihan bekerja.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran masyarakat, dibantu oleh Pemerintah dan komunitas. Kolaborasi ini sangat penting menjaga Kebersihan Kota,” tuturnya.

Ia menambahkan, lewat kegiatan seperti ini masyarakat diajak memahami bahwa sampah yang dihasilkan sehari-hari masih memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan benar. Karena itu, edukasi soal pengolahan sampah menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari aksi bersih-bersih itu sendiri.

Bukan Sekadar Seremonial, Targetnya Gerakan Berkelanjutan

Wali Kota menegaskan bahwa program yang berjalan sejak Juni lalu ini tidak boleh berhenti sebagai acara seremonial belaka. Ia berharap muncul gerakan nyata dari masyarakat untuk mengurangi produksi sampah, memilah berdasarkan jenisnya, hingga mengolah sampah yang masih punya nilai ekonomi.

“Jelajah Sampah titik ke-14 ini jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kita ingin ada gerakan nyata dari masyarakat untuk mengurangi, memilah, mengolah dan mengelola sampah mulai dari lingkungan masing-masing,” tutup Appi.

Pelatihan Maggot hingga Eco-Enzyme, 13,6 Kilogram Sampah Terkumpul

Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang edukatif dan kolaboratif. Berbeda dari sekadar kerja bakti, warga yang hadir mendapatkan pelatihan pengolahan sampah melalui biopori, komposter, budidaya maggot untuk sampah organik, serta pembuatan eco-enzyme.

“Dan memang dibentuk untuk memberikan pemahaman mengenai permasalahan persampahan dan memberikan berbagai macam solusi berkaitan dengan soal persampahan,” jelas Helmy.

Selain sesi indoor, kegiatan juga diisi talk show, pameran produk daur ulang, hingga aksi plogging. Dalam aksi tersebut, terkumpul 13,6 kilogram sampah yang terdiri atas 1,02 kilogram sampah organik dan 3,12 kilogram sampah anorganik. Kegiatan ini melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan, RT/RW, kader Posyandu, kader KB, serta komunitas.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: suaracelebes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top