Sena Asbhoel, Bobotoh Persib yang Undang Pemain Lawan Mampir ke Tokonya demi Silaturahmi

Penulis: Hendra Setiawan  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 03:06:01 WIB
Sena Asbhoel, pemilik toko Asbhoel di Bandung, menerima kunjungan pemain tim lawan untuk menjalin silaturahmi usai pertandingan.

SULAWESI SELATAN — Kebijakan PSSI yang masih membatasi suporter tandang pada laga berisiko tinggi tak menyurutkan langkah Sena. Bagi pria yang akrab disapa Ashboel ini, rivalitas di lapangan adalah bagian dari pertandingan, bukan alasan untuk memutus tali persaudaraan antarpendukung maupun pemain.

“Sepak bola itu harus jadi ajang silaturahmi, memperpanjang persaudaraan. Fight dalam 90 menit dengan sportivitas, setelah itu kembali bersaudara,” ujar Sena saat ditemui di Bandung belum lama ini.

Tokonya Menjadi Titik Temu Pemain Lawan

Prinsip itulah yang mendorong Sena membuka pintu lebar-lebar bagi para pemain tim tamu yang bertandang ke Bandung. Mereka dipersilakan mampir ke Asbhoel, usaha fashion miliknya, dan mengambil produk secara cuma-cuma setelah pertandingan usai.

“Di lapangan ketika ada teman bermain kasar, ya kita jegal-jegal saja, tapi setelah selesai pertandingan, di luar lapangan kita bersaudara. Sepak bola itu menyatukan kita,” imbuhnya.

Baginya, suporter seharusnya bisa lebih profesional daripada sekadar menyalurkan emosi di tribun. “Pemain saja profesional, masa kita sebagai suporter tidak bisa lebih profesional?” ucap Sena.

Dari Boaz Solossa hingga Radja Nainggolan

Kedekatan yang dibangun Sena dengan para pemain bukan sekadar basa-basi. Sejumlah nama besar lintas klub sudah pernah singgah ke tokonya, mulai dari Boaz Solossa, Manahati Lestusen, hingga Radja Nainggolan saat masih membela Bhayangkara FC.

“Yang paling keren dan berkesan menurut saya, ketika Radja Nainggolan datang ke sini, waktu dia di Bhayangkara FC,” kata Sena bangga.

Mariano Peralta, yang kini memperkuat Persib, juga sudah mengenal Asbhoel sebelum resmi bergabung dengan Maung Bandung. “Peralta sebelum ke Persib juga sudah pernah ke sini, sudah kenal. Sekarang dia sudah di Persib tapi belum sempat datang lagi,” ungkapnya.

Bisnis yang Tumbuh dari Loyalitas Penggemar

Hubungan baik itu ternyata berdampak langsung pada perkembangan bisnis Asbhoel. Sena menyadari penggemar sepak bola memiliki loyalitas tinggi terhadap idolanya. Ketika seorang pemain mengenakan produk tertentu, para penggemar pun otomatis tertarik mengikutinya.

“Penggemar sepak bola itu setia. Ketika melihat idola mereka memakai apa yang dipakainya, pasti ingin juga. Maka itu Ashboel berusaha menghadirkan produk yang representatif, mulai dari desain hingga kualitas,” jelas Sena.

Kendati demikian, pria asal Bandung ini menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan sekadar mengejar keuntungan. “Dan prinsip saya, Asbhoel bukan hanya toko jual beli baju. Lebih dari itu, kita ingin membangun kekeluargaan,” tambahnya.

Lewat pendekatan yang tidak biasa ini, Sena berharap suatu saat suporter dari klub berbeda bisa duduk berdampingan di stadion tanpa kehilangan rasa hormat satu sama lain. Baginya, sepak bola adalah medium paling efektif untuk memperluas pertemanan, bukan memupuk permusuhan.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: bola.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top