SULAWESI SELATAN — Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat distribusi 13.972 unit mobil listrik sepanjang Juli 2026, naik dari 12.701 unit pada bulan sebelumnya. Pendorong utama pertumbuhan ini adalah masuknya model-model baru yang langsung mendapat respons pasar, salah satunya Wuling Aira EV yang baru meluncur pada 29 Juli 2026.
BYD Atto 1 mempertahankan posisi puncak dengan pengiriman 4.233 unit, menggeser Jaecoo J5 BEV yang bulan lalu sempat memimpin. Jaecoo J5 BEV harus puas di posisi kedua dengan 3.155 unit, disusul Geely EX2 yang menembus 1.592 unit untuk menutup tiga besar.
Wuling Aira EV membukukan 721 unit pada bulan debutnya, sebuah angka yang solid untuk city car listrik yang baru tersedia di pasar. Pencapaian ini menempatkannya di peringkat keempat, sekaligus menegaskan bahwa animo terhadap segmen city car listrik masih tinggi di Indonesia.
MG S5 EV melengkapi lima besar dengan 627 unit, menggabungkan penjualan varian Ignite, Magnify, dan Magnify Max. Di belakangnya, BYD Atto 3 masih menjadi pilihan populer di segmen compact SUV dengan 611 unit, meski tren penjualannya naik-turun sepanjang tahun ini.
VinFast VF 3 kembali menjadi tulang punggung penjualan pabrikan asal Vietnam tersebut. Mobil mungil ini membukukan 377 unit pada Juli dan bertengger di posisi ketujuh. Sementara itu, Geely EX5 mencatatkan 333 unit di posisi kedelapan.
Dua nama terakhir yang masuk daftar adalah Wuling Darion EV dengan 219 unit dan XPENG X9 dengan 217 unit. Kehadiran XPENG X9 di posisi kesepuluh menunjukkan bahwa segmen MPV listrik premium mulai mendapat tempat di pasar Indonesia.
Dengan total pasar yang terus tumbuh dua digit, persaingan di segmen mobil listrik Indonesia semakin ketat. Model baru seperti Wuling Aira EV membuktikan bahwa produk dengan harga kompetitif bisa langsung mencuri pangsa pasar dalam waktu singkat, sementara pemain lama seperti BYD dan Jaecoo masih kokoh di puncak.