SULAWESI SELATAN — Menjelang 17 Agustus, kebutuhan desain poster untuk media sosial hingga materi promosi bisnis meningkat. Pengguna kini bisa mendelegasikan pembuatan visual ke kecerdasan buatan (AI) generatif. Cukup ketik instruksi teks, sistem menerjemahkannya menjadi gambar utuh.
Permasalahannya, membuat poster bertema kemerdekaan bukan sekadar mengetik perintah. Ada sensitivitas visual yang harus dijaga, terutama soal penggambaran bendera dan larangan modifikasi logo resmi negara.
Model AI umumnya kesulitan mereplikasi detail simbol negara secara presisi. Kesalahan yang sering muncul: proporsi bendera keliru, warna terbalik, atau elemen tidak resmi menempel pada Garuda Pancasila.
Hasil generate dari platform AI tetap wajib diperiksa ulang. Sisakan ruang kosong pada desain agar pengguna bisa menempatkan logo resmi HUT RI secara manual.
Tools berikut menawarkan kemampuan berbeda, dari generator gambar hingga editor lengkap dengan fitur AI:
Kedua asisten AI ini unggul memahami instruksi bahasa alami yang panjang. Pengguna bisa meminta perubahan spesifik pada komposisi, jumlah objek, hingga gaya visual tanpa mengulang dari awal.
Keduanya juga bisa mengedit bagian tertentu dari gambar yang sudah dibuat, misalnya mengganti latar atau memperbaiki teks yang salah eja.
Bagi pelaku bisnis yang butuh hasil akhir siap pakai, Canva AI adalah pilihan paling praktis. Hasil desain dari AI tidak terkunci, sehingga pengguna bisa langsung mengganti font, warna, atau elemen lain di editor utama.
Fitur ini memungkinkan tim marketing mempertahankan identitas visual brand di tengah maraknya template HUT RI yang seragam.
Adobe Firefly cocok membuat ilustrasi utama atau latar poster berkualitas tinggi sebelum ditambahkan elemen teks secara terpisah. Sementara Bing Image Creator menjadi alternatif gratis untuk eksperimen gaya visual yang beragam.
Satu instruksi yang sama bisa digunakan di kelima platform tersebut. Berikut contoh prompt yang sudah disesuaikan untuk keperluan HUT ke-81 RI:
"Buat poster Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, 17 Agustus 2026, dalam format vertikal 4:5. Gunakan gaya editorial modern, bersih, dan dominasi warna merah-putih. Tampilkan masyarakat Indonesia merayakan kemerdekaan dalam suasana optimistis, dengan elemen perkotaan dan lingkungan masyarakat Indonesia. Semua bendera Indonesia harus akurat, hanya terdiri dari dua bidang horizontal dengan warna merah di bagian atas dan putih di bagian bawah, tanpa simbol, tulisan, atau warna tambahan. Tulis 'Dirgahayu Republik Indonesia' dan '17 Agustus 1945-17 Agustus 2026' dengan ejaan tepat. Jangan membuat atau memodifikasi Garuda Pancasila maupun logo resmi HUT RI. Sisakan ruang kosong untuk menempatkan lambang dan logo resmi secara manual. Hindari tulisan acak, bendera dengan warna terbalik, anatomi manusia tidak wajar, serta elemen visual yang tidak berkaitan dengan Indonesia."
Hasil dari prompt yang sama akan berbeda di setiap platform karena masing-masing menggunakan model pemrosesan gambar yang berbeda. Jika output pertama belum sesuai, perbaiki prompt dengan instruksi lebih spesifik mengenai tata letak, jumlah orang di gambar, atau posisi teks.
Untuk keperluan publikasi resmi, tetap lakukan kurasi manual terhadap hasil AI. Kombinasi kecepatan AI dan ketelitian editor manusia menghasilkan poster yang menarik sekaligus menghormati protokol simbol negara.