SULAWESI SELATAN — Daripada membeli remote universal baru yang harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah, HP Android lama yang menganggur di laci bisa dipakai untuk tugas yang sama. Syarat utamanya sederhana: ponsel tersebut harus punya pemancar inframerah (IR blaster) dan baterai yang masih sanggup menyala.
IR blaster adalah komponen kecil di bagian atas ponsel yang memancarkan sinyal inframerah, teknologi yang sama dengan remote TV konvensional. Fitur ini sempat populer di seri Xiaomi, Redmi, POCO, dan beberapa HP Huawei lawas. Namun, banyak ponsel kelas menengah dan flagship terbaru justru menghilangkan komponen ini demi ruang internal yang lebih lega.
Tidak semua HP Android mendukung trik ini. Cara paling cepat untuk memastikannya adalah membuka aplikasi bawaan bernama Mi Remote di perangkat Xiaomi, atau cari aplikasi bertajuk IR Remote di merek lain. Jika tidak ada aplikasi bawaan, cek secara fisik lubang kecil berwarna hitam atau merah di sisi atas ponsel.
Alternatif lain, unduh aplikasi pihak ketiga seperti Universal TV Remote atau ZaZa Remote dari Google Play Store. Aplikasi ini otomatis mendeteksi keberadaan IR blaster saat pertama kali dijalankan. Jika perangkat tidak memilikinya, aplikasi akan menampilkan peringatan dan menolak beroperasi.
Setelah memastikan IR blaster aktif, proses pengaturan hanya butuh beberapa menit. Arahkan ponsel ke perangkat yang ingin dikendalikan, lalu ikuti langkah berikut:
Proses pencocokan kode ini biasanya memakan waktu kurang dari lima menit. Setelah tersimpan, ponsel bisa langsung dipakai seperti remote biasa, lengkap dengan tombol volume, channel, dan pengaturan input.
Metode ini memiliki batasan jarak. Sinyal inframerah hanya bekerja efektif dalam radius 3 hingga 5 meter dengan garis pandang langsung ke perangkat. Menaruh ponsel di belakang sofa atau di dalam laci membuat remote tidak berfungsi.
Selain itu, fitur ini tidak akan bekerja pada perangkat yang dikendalikan lewat Bluetooth atau Wi-Fi, seperti TV Google TV generasi terbaru atau soundbar nirkabel. Untuk perangkat tersebut, pengguna tetap membutuhkan remote asli atau aplikasi khusus dari pabrikan.
Bagi pengguna yang HP lama-nya tidak dilengkapi IR blaster, masih ada jalan keluar. Membeli dongle IR eksternal yang mencolok ke port audio 3,5 mm atau USB-C bisa menjadi solusi. Alat ini dijual dengan harga mulai Rp 50 ribuan di marketplace dan berfungsi mengubah ponsel menjadi remote universal.
Pilihan lain adalah memanfaatkan aplikasi remote berbasis Wi-Fi untuk TV pintar. Namun, metode ini hanya mendukung perangkat yang terhubung ke jaringan internet yang sama, tidak bisa mengendalikan AC atau TV tabung lama.
Menggunakan HP Android bekas sebagai remote universal adalah cara cerdas untuk memperpanjang umur perangkat lama sekaligus menghemat pengeluaran. Selama IR blaster masih berfungsi dan baterai tidak cepat habis, ponsel lawas bisa menjadi pengganti remote yang hilang atau rusak. Trik ini paling cocok untuk pengguna yang punya HP bekas merek Xiaomi, Redmi, atau Huawei di rumah dan ingin mengurangi barang elektronik yang menumpuk.