Prabowo Sebut 1.460 Kabupaten/Kota Kekurangan 268.073 Dokter, Puskesmas Minim Tenaga Kesehatan

Penulis: Hendra Setiawan  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:30:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan data kekurangan 268.073 tenaga medis di 1.460 kabupaten/kota dalam Sidang Tahunan MPR di Jakarta.

SULAWESI SELATAN — Presiden RI Prabowo Subianto membeberkan data kekurangan tenaga medis yang dinilainya krusial dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Jakarta, Jumat (14/8). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kebutuhan tambahan dokter ini tersebar di wilayah yang umumnya jauh dari ibu kota provinsi, terutama di Indonesia bagian Timur.

Rinciannya, 474 kabupaten/kota membutuhkan 84.781 dokter umum, 505 kabupaten/kota membutuhkan 127.580 dokter gigi, dan 481 kabupaten/kota membutuhkan 55.712 dokter spesialis. Total kebutuhan mencapai 268.073 tenaga medis.

Puskesmas Belum Penuhi 13 Jenis Tenaga Kesehatan

Prabowo menegaskan persoalan ini bukan sekadar soal jumlah dokter, melainkan juga kelengkapan fasilitas kesehatan tingkat pertama. "Kita harus menghadapi dan menyelesaikan masalah kekurangan dokter umum dan dokter spesialis kita. Hampir semua Puskesmas kita belum memiliki 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap," ujarnya dalam pidato kenegaraan.

Ia menambahkan, kekurangan tenaga kesehatan di puskesmas berdampak langsung pada kualitas layanan dasar masyarakat. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pemerintah Buka 9 Fakultas Kedokteran Baru dan 170 Prodi Spesialis

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah mengklaim telah mengambil langkah konkret. Prabowo menyebut telah dibuka sembilan fakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis yang berbasis di perguruan tinggi maupun rumah sakit pendidikan.

Langkah ini ditempuh untuk mempercepat produksi dokter spesialis dan dokter gigi yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar sistem kesehatan nasional. "Kita harus memperbanyak dokter-dokter spesialis dan dokter-dokter gigi dan dokter-dokter umum kita," tegasnya.

Kaitan Kerusakan Gigi dengan Penyakit Organ Lain

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti pentingnya peran dokter gigi bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Ia mengingatkan bahwa masalah pada gigi bisa memicu komplikasi penyakit pada organ tubuh lainnya.

"Karena dari kerusakan gigi bisa menghasilkan kerusakan organ-organ lain di tubuh itu," kata Prabowo. Pernyataan ini sekaligus menjelaskan mengapa kebutuhan dokter gigi menjadi salah satu angka tertinggi dalam data Kementerian Kesehatan, mencapai 127.580 orang.

Pemerintah menargetkan pembukaan program studi baru dan fakultas kedokteran dapat menjawab kebutuhan jangka panjang. Namun, pemerataan distribusi tenaga kesehatan ke daerah terpencil masih menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan kebijakan lanjutan, termasuk insentif bagi tenaga medis yang bertugas di wilayah terluar Indonesia.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top