SULAWESI SELATAN — Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Game File. Langkah ini merupakan bagian dari perubahan strategi Netflix yang ingin mempersempit fokus pengembangan game ke segmen tertentu, yaitu game anak-anak, party game, game berbasis cerita, dan judul dengan daya tarik mainstream.
Kedua studio ini bukan korban pertama. Sebelumnya, Netflix juga memberhentikan 85% staf Refactor Games, pengembang game bertema FIFA World Cup. Ironisnya, game dari Refactor tersebut disebut sebagai salah satu debut cloud game paling sukses bersama Unhinged oleh co-CEO Netflix, Greg Peters, dalam panggilan investor.
Keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pemain. Bagaimana bisa sebuah game yang secara internal dianggap sukses, studionya malah ditutup beberapa bulan kemudian?
Netflix beralasan perubahan ini diperlukan untuk efisiensi organisasi. "Kami melihat peluang untuk lebih fokus dalam eksekusi kami, jadi kami melakukan perubahan organisasi pada bisnis ini agar sesuai dengan prioritas tersebut," demikian pernyataan resmi Netflix kepada Game File. Mereka menambahkan bahwa game tetap menjadi peluang untuk memperluas variasi hiburan bagi para member.
Padahal, ambisi Netflix di industri game sempat terlihat besar. Pada Juli lalu, mereka mengklaim engagement gaming naik 600% dibanding tahun sebelumnya.
Namun, di balik angka tersebut, ada sinyal mundur. Netflix dikabarkan tidak tertarik membeli aset gaming Warner Bros. sebelum kesepakatan itu gagal dan Paramount muncul sebagai pemenang. Laporan lain menyebut Netflix sempat mempertimbangkan akuisisi EA, penerbit game pihak ketiga terbesar, namun EA akhirnya dijual ke grup yang mencakup Public Investment Fund Arab Saudi.
Bagi pemain yang menikmati Unhinged, masa depan game tersebut kini tidak jelas. Penutupan studio pengembang biasanya berarti tidak akan ada konten baru atau sekuel, meskipun game yang sudah dirilis umumnya tetap bisa dimainkan.
Pergeseran fokus ini juga memberi sinyal bahwa Netflix tidak lagi mengejar game-game AAA atau eksperimental. Prioritas mereka kini ada pada game yang mudah diakses dan punya daya tarik luas, mirip seperti strategi mereka di industri film dan serial. Bagi pengembang indie yang berharap didanai Netflix, kabar ini jelas menjadi pukulan telak.