Sila Raih Pinjaman Pentagon USD 1,4 Miliar untuk Perbesar Pabrik Baterai Silikon di Washington

Penulis: Fauzan Arifin  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:23:32 WIB
Sila menerima pinjaman USD 1,4 miliar dari Pentagon untuk memperluas pabrik baterai silikon di Moses Lake, Washington.

SULAWESI SELATAN — Kabar ini datang di tengah pergeseran besar industri baterai global. Para pembeli baterai di Amerika Serikat, mulai dari perusahaan otomotif hingga kontraktor pertahanan, kesulitan mendapatkan material baterai yang diproduksi di luar China. Pasalnya, sebagian besar anoda litium-ion saat ini menggunakan grafit, dan rantai pasok material tersebut didominasi oleh perusahaan-perusahaan China.

Pinjaman yang diumumkan baru-baru ini itu menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak tersebut. Dengan suntikan dana segar, Sila berencana memperbesar kapasitas pabriknya di Moses Lake hingga lima kali lipat dari kondisi sekarang.

Mengapa Material Silikon Menjadi Primadona Baru

Sila memproduksi material silikon-karbon yang berfungsi sebagai pengganti grafit pada anoda baterai. Material ini menjanjikan peningkatan kapasitas penyimpanan listrik 20% hingga 40% lebih banyak dibandingkan anoda grafit konvensional.

Dampaknya signifikan. Baterai bisa memiliki daya tahan lebih lama, atau justru dibuat lebih kecil dan ringan tanpa mengurangi kapasitas. Kedua karakteristik ini sangat krusial untuk aplikasi pertahanan dan mobilitas, termasuk drone dan kendaraan listrik (EV).

Sila bukan satu-satunya pemain di sektor ini. Perusahaan seperti Group14 dan Amprius juga tengah mengejar teknologi anoda silikon. Namun, pabrik Sila di Moses Lake yang mulai beroperasi pada September lalu menjadi salah satu dari sedikit sumber material anoda yang tidak terbebani tarif atau kekhawatiran geopolitik.

Target Produksi dan Mitra Strategis

Saat ini, pabrik Sila di Moses Lake mampu memproduksi material anoda setara 2 gigawatt-jam (GWh) per tahun. Setelah perluasan selesai, kapasitasnya akan cukup untuk memasok material bagi lebih dari 100.000 unit kendaraan listrik.

Perluasan ini sebelumnya sudah mendapat suntikan dana segar. Pada Juli lalu, Sila mengumpulkan dana USD 300 juta dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh Atreides Management dan Sutter Hill Ventures. Secara keseluruhan, Sila telah mengumpulkan lebih dari USD 1,5 miliar dari investor swasta, berdasarkan data PitchBook.

Sila juga telah mengamankan kerja sama dengan Mercedes dan Panasonic. Kini, dengan adanya pinjaman dari Pentagon, peluang kontrak dengan perusahaan pertahanan terbuka lebar. Sektor ini memang sedang bergeliat, seiring perang di Iran dan Ukraina yang mendorong permintaan besar akan peralatan militer canggih.

Pinjaman untuk Perusahaan Lain

Departemen Pertahanan AS tidak hanya mengucurkan dana untuk Sila. Dalam pengumuman yang sama, tiga perusahaan lain juga menerima pendanaan untuk memperkuat rantai pasok material penting.

  • Sunrise Energy Metals (Australia): Menerima pinjaman USD 400 juta untuk menambang skandium, elemen tanah jarang yang banyak digunakan dalam paduan logam ringan.
  • Niron Magnetics (Minnesota): Mendapat pinjaman USD 150 juta untuk memproduksi magnet bebas tanah jarang yang digunakan pada ponsel pintar, rudal, dan motor listrik.
  • Strategic Bauxite: Menerima investasi ekuitas USD 85 juta untuk menambang bauksit, mineral yang mengandung aluminium.

Langkah ini menunjukkan strategi agresif pemerintah AS untuk mengamankan rantai pasok material kritis dari dalam negeri dan sekutunya, sekaligus mengurangi ketergantungan pada China. Bagi Sila, pinjaman ini bukan sekadar suntikan modal, melainkan pengakuan resmi atas peran pentingnya dalam ekosistem baterai masa depan.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top