SULAWESI SELATAN — Jakarta — Kemenperin menggarisbawahi bahwa dari total startup yang tercatat, 67,5 persen atau 1.740 startup berbasis teknologi, sementara 640 lainnya bergerak di bidang hardware adjacent. Data ini menjadi modal pemerintah untuk mendorong transformasi industri manufaktur nasional agar semakin kompetitif di pasar global.
Agus menyampaikan hal tersebut saat Peluncuran Resmi Indo Startup Expo and Forum 2026 di Jakarta, Kamis (6/8). Menurutnya, pengembangan startup industri merupakan bagian integral dari Strategi Besar Industrialisasi Nasional (SBIN) untuk memperkuat struktur industri dan mempercepat transformasi digital.
Indonesia menempati posisi keenam dunia dengan lebih dari 3.100 startup aktif berdasarkan Startup Ranking. Capaian ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah startup terbanyak di Asia Tenggara.
Namun, kualitas ekosistem masih menjadi pekerjaan rumah. Global Startup Ecosystem Index 2026 menempatkan mutu ekosistem startup Indonesia di peringkat ke-45 dunia. "Kita memiliki potensi yang sangat besar, tetapi pekerjaan rumah kita adalah meningkatkan kualitas startup agar mampu bertahan, berkembang, memperoleh pembiayaan, dan menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional maupun global," ungkap Agus.
Indonesia Startup Report 2026 mencatat nilai pendanaan startup nasional sepanjang 2025 mencapai USD355 juta. Angka ini turun dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pendanaan startup global justru meningkat.
Menurut Agus, kondisi ini menunjukkan persoalan utama bukan terbatasnya modal global. "Modal global tidak sedang langka. Yang dibutuhkan adalah startup yang mampu menunjukkan model bisnis yang kuat, memiliki solusi yang dibutuhkan industri, serta memberikan prospek pertumbuhan yang jelas," katanya.
Ia menambahkan bahwa industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen (year-on-year) pada Triwulan II 2026, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini menyumbang 39,7 persen realisasi investasi nasional, menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, dan berkontribusi 82 persen atau USD115,5 miliar terhadap total ekspor nasional pada semester pertama 2026.
Data BPS mencatat terdapat sekitar 4,43 juta unit industri kecil dan menengah (IKM) yang berpotensi menjadi pengguna solusi teknologi hasil inovasi startup. Jumlah ini menjadi pasar domestik yang sangat besar bagi startup teknologi.
"Tugas pemerintah adalah mempertemukan kebutuhan industri dengan solusi yang dihasilkan startup sehingga tercipta ekosistem yang saling menguatkan," ujar Agus.
Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Kemenperin bersama kementerian, lembaga, asosiasi, pelaku industri, investor, dan komunitas startup akan menyelenggarakan Indo Startup Expo and Forum 2026 pada 5–7 November 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Ajang ini menjadi wadah kolaborasi global untuk mempertemukan startup dengan kebutuhan industri nasional.