SULAWESI SELATAN — Peristiwa kebakaran yang menghanguskan gedung milik pemerintah provinsi ini terjadi saat proses renovasi tengah berlangsung di bagian tengah bangunan. Dugaan sementara, titik api pertama kali muncul di lantai 11 dan dengan cepat menjalar ke atas karena material bangunan yang mudah terbakar.
Tidak main-main, sebanyak 100 personel pemadam kebakaran (damkar) langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Mereka bekerja keras selama berjam-jam untuk mengendalikan laju api yang sempat membuat gedung berlantai banyak itu diselimuti kepulan asap tebal.
Upaya pemadaman dilakukan secara ekstensif dari berbagai sisi gedung untuk mencegah api merambat ke lantai yang lebih rendah atau bangunan di sekitarnya. Setelah melalui proses yang panjang, api akhirnya berhasil dilumpuhkan pada Sabtu (8/8) dini hari.
Pasca-api berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung menghentikan tugasnya. Proses pendinginan langsung dilakukan di seluruh area yang terdampak untuk memastikan tidak ada lagi bara atau titik api yang tersisa yang bisa memicu kobaran api kembali.
Langkah pendinginan ini menjadi prosedur standar dalam penanganan kebakaran gedung bertingkat. Langkah ini dinilai krusial untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali api dari material konstruksi yang masih menyimpan panas.
Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah kerugian material maupun penyebab pasti dari kebakaran ini. Namun, kejadian ini dipastikan mengganggu operasional pelayanan publik di gedung Bapenda DKI Jakarta yang selama ini menjadi salah satu kantor layanan pajak daerah.
Pihak berwenang masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada proses renovasi yang sedang berlangsung di lantai 11, namun penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan hal tersebut.