SULAWESI SELATAN — Keputusan ini diumumkan melalui akun resmi Cybertruck pada pekan ini. Tesla menyatakan bahwa unit PCS pada truk listrik produksi sebelum 2026 "tidak memenuhi standar reliabilitas" perusahaan dan telah melakukan perubahan desain pada kendaraan yang lebih baru. Pengakuan ini menjadi jawaban atas keluhan pemilik yang selama berbulan-bulan harus menanggung biaya penggantian komponen yang dinilai cacat sejak awal.
Perpanjangan garansi ini secara otomatis menjadikan PCS sebagai bagian dari garansi powertrain, bukan garansi keseluruhan kendaraan yang hanya 4 tahun atau 50.000 mil. Pemilik yang sebelumnya sudah membayar perbaikan dari kantong sendiri akan mendapatkan penggantian dana dalam beberapa pekan ke depan.
Data dari polling pemilik yang dilakukan pada Juli lalu menunjukkan tingkat kegagalan yang mengkhawatirkan. Dari 223 responden pemilik Cybertruck, sebanyak 91 unit atau hampir 41 persen di antaranya pernah membutuhkan penggantian PCS. Angka ini memperkuat dugaan bahwa kegagalan komponen bukanlah kasus terisolasi, melainkan cacat desain yang sistemik.
PCS pada Cybertruck menggabungkan fungsi pengisi daya onboard dan konverter DC-DC. Ketika komponen ini mati, pengisian daya di rumah turun dari 48 ampere menjadi 24 ampere sebelum akhirnya berhenti total. Dampaknya langsung terasa: kendaraan tidak bisa dicas di rumah dan pada kasus tertentu tidak bisa menggunakan Supercharger.
Sebelum pengakuan resmi ini, Tesla diam-diam memberikan diskon perbaikan sekitar USD 1.000 sebagai bentuk "itikad baik". Langkah tersebut justru memperkuat kecurigaan bahwa pabrikan mengetahui cacat ini sejak awal namun memilih untuk tidak mengakuinya secara terbuka.
Tesla juga merilis pembaruan perangkat lunak yang memungkinkan Cybertruck tetap bisa menggunakan Supercharger meskipun PCS-nya gagal berfungsi. Sebelumnya, unit yang PCS-nya mati otomatis kehilangan akses ke jaringan pengisian cepat, membuat kendaraan tidak bisa digunakan untuk perjalanan jauh.
Bagi pemilik yang sedang menunggu penggantian komponen, Tesla menanggung biaya pengisian daya di Supercharger sampai stok suku cadang tersedia. Sementara itu, Cybertruck model 2026 yang sudah menggunakan PCS desain baru mendapatkan garansi lebih pendek, yaitu 7 tahun atau 70.000 mil.
Ini bukan pertama kalinya Tesla memperpanjang garansi setelah terjadi kegagalan massal. Pada 2020, pabrikan asal Austin ini memperpanjang garansi modul eMMC pada layar sentuh generasi lama setelah penyelidikan dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) dibuka. Hyundai dan Kia juga melakukan langkah serupa terkait kegagalan unit ICCU pada kendaraan listrik mereka awal tahun ini.
Namun, ada catatan penting dari komentar pembaca pada laporan awal. Seorang pemilik Model Y Long Range 2020 mengaku ditolak klaim garansinya untuk penggantian PCS yang sama-sama bermasalah, dengan biaya perbaikan mencapai USD 3.765. Ia mengaku sudah mengajukan pengaduan ke NHTSA namun tidak mendapatkan respons. Kasus ini menunjukkan bahwa masalah PCS tidak terbatas pada Cybertruck, dan pemilik model lain masih menunggu perlakuan serupa.
Yang menjadi pertanyaan besar: apakah Tesla akan menerapkan kebijakan perpanjangan garansi ini untuk model lain yang menggunakan PCS serupa? Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari perusahaan terkait cakupan perpanjangan garansi di luar Cybertruck.