PINRANG — Angka 93,85 persen itu bukan sekadar statistik. Bagi pengendara yang setiap hari melintasi Pinrang menuju Sidrap, angka tersebut berarti perjalanan panjang menunggu perbaikan jalan akhirnya mendekati garis finis.
Pekerjaan preservasi ruas Pinrang–Batas Sidrap kini tinggal menyisakan tahap akhir. Sementara itu, ruas Batas Pinrang–Rappang juga menunjukkan progres signifikan, mencapai 60,91 persen dengan fokus pada pengaspalan dan betonisasi bahu jalan.
Pinrang bukan sekadar kabupaten biasa. Wilayah ini adalah pintu masuk yang menghubungkan arus kendaraan menuju Sidrap, Enrekang, Parepare, hingga Tana Toraja.
Kualitas jalan di titik ini menentukan biaya distribusi beras, hasil perkebunan, hingga waktu tempuh bus antarkabupaten. Jalan mulus berarti biaya logistik turun dan risiko kerusakan kendaraan berkurang.
Perbaikan ini merupakan bagian dari Program Multi Years Project (MYP) Infrastruktur Jalan Paket 3 milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 478,15 miliar.
Dana tersebut dialokasikan untuk preservasi dan peningkatan kualitas pada 15 ruas jalan strategis yang menghubungkan Pinrang, Sidrap, Barru, Soppeng, Enrekang, hingga Tana Toraja. Skema multiyears dipilih agar kualitas pembangunan tetap terjaga.
Meski titik pekerjaan banyak berada di wilayah Pinrang, dampaknya langsung terasa di Sidrap, terutama pada jalur penghubung Rappang dan Pangkajene.
Sidrap dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Sulawesi Selatan. Setiap musim panen, ribuan ton gabah dan beras harus didistribusikan ke berbagai daerah. Kondisi jalan yang lebih baik akan mempercepat pergerakan hasil produksi sekaligus menekan biaya pengiriman.
Pembangunan jalan sering kali hanya dilihat sebagai pekerjaan fisik. Padahal, dampaknya menjangkau sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga minat investasi.
Ketika akses jalan membaik, aktivitas perdagangan meningkat dan peluang pertumbuhan ekonomi baru terbuka bagi kawasan Pinrang, Sidrap, Enrekang, Barru, hingga Soppeng.
Alat berat masih bekerja di sejumlah titik. Pekerja terus menyelesaikan tahapan demi tahapan agar target pembangunan rampung sesuai jadwal. Jika progres berjalan lancar, jalur yang lebih aman dan nyaman akan segera dinikmati masyarakat. (*)