Gubernur Sulsel Andi Sudirman Siapkan Lahan 20 Hektare untuk Tambahan Sekolah Rakyat di Makassar, Gus Ipul Dukung

Penulis: Jauhari Lubis  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 17:28:44 WIB
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan usulan penambahan lahan 20 hektare untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Jumat (7/8/2026).

MAKASSAR — Provinsi Sulawesi Selatan memperluas program Sekolah Rakyat dengan menyiapkan lahan tambahan seluas 20 hektare di belakang gedung yang sudah beroperasi di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Lahan tersebut akan digunakan untuk membangun satu gedung permanen baru dengan kapasitas hingga 3.000 murid.

Usulan ini disampaikan langsung Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat kunjungan kerja di lokasi, Jumat (7/8/2026). "Kami akan men-support terus, Bapak Menteri. Lahan di sini masih bisa digunakan. Ada 20 hektare di belakang, kami bisa siapkan," kata Andi Sudirman di hadapan Gus Ipul.

Kapasitas 3.000 Murid untuk Keluarga Tidak Mampu

Andi Sudirman menjelaskan, pembangunan gedung baru ini dirancang untuk menjaring lebih banyak anak dari keluarga prasejahtera di seluruh Sulawesi Selatan. "Insya Allah akan dibangun untuk kapasitas 3.000 murid dan mudah-mudahan ini bisa menjadi sekolah untuk menampung anak-anak kita dari keluarga tidak mampu," ujarnya.

Gus Ipul mengakui kebutuhan gedung permanen di Makassar masih tinggi. Ia menyebut penambahan fasilitas ini sangat penting untuk mengatasi keterbatasan daya tampung yang ada saat ini.

"Saya menyambut baik apa yang disampaikan Pak Gubernur untuk menambah satu lagi, karena memang kita masih kekurangan gedung permanen di Kota Makassar. Mudah-mudahan nanti kalau lahannya lebih besar, kapasitasnya juga lebih besar," kata Gus Ipul.

Kisah Karmila: Dari Tersisih Hingga Percaya Diri di Depan Menteri

Di tengah kunjungannya, Gus Ipul menyaksikan langsung perkembangan siswa, salah satunya Karmila, siswi kelas XI asal Kabupaten Jeneponto. Penyandang disabilitas fisik ini tampil membawakan lagu "Laskar Pelangi" dan berdialog dalam Bahasa Inggris di hadapan Menteri Sosial.

Kepala Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan Widyawati menuturkan, Karmila sempat merasa tersisih karena kondisinya. Pendampingan intensif dari guru dan wali asrama perlahan mengubah kepercayaan dirinya. "Alhamdulillah anak ini bisa survive, bisa mempunyai kepercayaan diri. Setelah kami tahu kelebihan yang ada, dia mempunyai kemampuan luar biasa di vokal dan kemampuan Bahasa Inggris juga sangat luar biasa," tutur Widyawati.

Karmila yang baru menjalani operasi kaki sekitar dua minggu lalu mengaku merasakan perubahan besar dalam hidupnya. "Senang. Karena kayak akunya udah mau kayak orang biasa," ujarnya. Ia bercita-cita menjadi dokter dan melanjutkan pendidikan hingga ke Amerika Serikat.

Alumni Sekolah Rakyat dan Jejak Sejarah Keluarga Gubernur

Andi Sudirman menilai transformasi para siswa saat ini sangat signifikan. Ia mengenang saat anak-anak pertama kali masuk masih canggung dan penuh keterbatasan, kini mereka mulai berani bermimpi. "Dari anak-anak yang sebelumnya bukan siapa-siapa, sekarang menjadi seseorang yang memiliki cita-cita ke depan," katanya.

Gubernur juga berbagi kisah pribadi bahwa ayahnya pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat pada masa lalu sebelum akhirnya menjadi tentara. "Bapak saya juga alumni Sekolah Rakyat, SR dulu juga pernah ada. Dari bapak yang alumni SR, kemudian jadi tentara, dan anak-anaknya ada yang gubernur, ada bupati, dan ada menteri," ungkapnya.

Saat ini Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan menampung 414 siswa, terdiri dari 145 siswa SRMA kelas XI, 120 siswa SRMA kelas X, 125 siswa SRMP, dan 24 siswa SRD. Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul disambut penampilan paper mob dari 190 siswa, baris variasi, karate, silat, pidato multilingual, hingga paduan suara.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: kumparan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top