Karang Taruna Makassar Siapkan Gerakan TEBA di Tiap Wilayah untuk Dukung Pemilahan Sampah dari Rumah

Penulis: Jauhari Lubis  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:17:31 WIB
Karang Taruna Makassar membangun empat titik TEBA di Kelurahan Tello Baru untuk mengolah sampah organik menjadi pakan ternak.

MAKASSAR — Karang Taruna Kota Makassar tidak hanya berhenti pada pernyataan dukungan. Organisasi kepemudaan itu telah membangun empat titik Tempat Edukasi Buang Sampah Organik (TEBA) di Kelurahan Tello Baru. Fasilitas sederhana yang memanfaatkan gorong-gorong beton ini dirancang untuk mengolah sisa makanan warga menjadi pakan ternak.

Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Muhammad Zulkifli, mengatakan gerakan ini akan diperluas hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Ia bahkan mengarahkan seluruh pengurus untuk mengalihkan anggaran kegiatan organisasi demi pengadaan sarana pengelolaan sampah serupa.

"Saya minta teman-teman Karang Taruna, daripada membuat proposal kegiatan yang kurang bermanfaat, lebih baik anggarannya digunakan membeli TEBA, gorong-gorong, atau fasilitas lain yang bisa membantu masyarakat mengelola sampah," ujarnya.

Ancaman Penutupan TPA Jadi Alarm Perubahan

Zulkifli menilai kebijakan Pemkot Makassar yang hanya menerima sampah residu di TPA Tamangapa merupakan langkah yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, hampir saja TPA tersebut disegel akibat praktik pengelolaan yang tidak sesuai standar lingkungan.

"Hampir saja TPA kita disegel. Kalau itu terjadi, dampaknya dirasakan seluruh masyarakat. Karena itu kita harus bersama-sama menghadapi perubahan ini," katanya.

Perubahan sistem ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup yang menghentikan praktik open dumping. Pemkot Makassar sendiri telah menerbitkan Surat Edaran dan Instruksi Wali Kota terkait kewajiban pemilahan sampah sejak dari rumah.

Warga Diminta Bangun Kebiasaan Baru

Zulkifli mengakui bahwa membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah organik, anorganik, dan residu bukan perkara mudah. Selama ini warga terbiasa mencampur semua sampah karena TPA masih menerima semuanya.

"Seharusnya pemilahan sampah sudah dilakukan sejak lama. Selama ini masyarakat terbiasa mencampur semua sampah karena TPA masih menerima semuanya," kata dia.

Ia menegaskan persoalan sampah tidak akan selesai hanya dengan kritik. Dibutuhkan gotong royong seluruh elemen masyarakat agar perubahan yang sedang dilakukan pemerintah berjalan efektif.

"Saat ini orang hanya sibuk mengkritik dan menghujat. Itu bukan solusi. Yang kita butuhkan sekarang adalah gotong royong dan kerja sama untuk keluar dari persoalan sampah ini," tegasnya.

Pemkot: Kolaborasi Kunci Selesaikan Masalah Sampah

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik inisiatif Karang Taruna. Menurutnya, penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

"Kami berharap kolaborasi seperti ini terus diperkuat. Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama dan hanya bisa diselesaikan jika seluruh elemen masyarakat ikut bergerak," ujar Appi, sapaan akrabnya.

Pemkot Makassar terus mendorong perubahan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Selain TEBA, Zulkifli juga menyediakan tandon air berkapasitas 2.000 hingga 3.000 liter sebagai fasilitas pendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Tello Baru.

Audiensi yang juga dihadiri Kepala Dinas Sosial dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar itu menjadi penanda penguatan kemitraan antara pemerintah dan organisasi kepemudaan dalam mengawal program prioritas, termasuk pemberdayaan sosial dan penguatan ekonomi pemuda.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: menitindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top