ENREKANG — Puluhan guru di Kabupaten Enrekang mendapat pelatihan khusus administrasi berbasis digital di tengah tuntutan tata kelola pendidikan modern. Workshop yang digagas Himpunan Mahasiswa Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM) ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Enrekang, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus penguatan kapasitas guru dalam menghadapi transformasi digital di bidang administrasi pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang, Erik, menegaskan bahwa hampir seluruh layanan administrasi pendidikan saat ini bertumpu pada data digital. Mulai dari perencanaan, penganggaran, pendataan peserta didik, pemetaan mutu pendidikan, hingga evaluasi program.
Menurut Erik, data digital yang akurat menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan. Keputusan pemerintah akan semakin tepat sasaran apabila didasarkan pada data yang valid, mutakhir, dan mudah diakses.
Ia menambahkan, sistem administrasi digital juga mendukung prinsip good governance melalui tata kelola yang lebih transparan, akuntabel, efisien, dan mudah ditelusuri.
Penerapan administrasi digital memberikan dampak nyata bagi sekolah dan guru. Pekerjaan administrasi menjadi lebih cepat, dokumen lebih mudah disimpan dan dicari kembali, serta risiko kehilangan arsip dapat diminimalkan.
"Kolaborasi antarunit kerja menjadi lebih efektif. Di sisi lain, penggunaan dokumen digital turut mendukung gerakan ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan kertas (paperless)," jelas Erik dalam sesi pemaparan.
Dalam kesempatan tersebut, Erik juga memberikan apresiasi kepada para operator sekolah yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menyiapkan dan mengelola data pendidikan. Peran operator sekolah dinilai sangat substansial karena kualitas data yang mereka hasilkan menjadi dasar berbagai layanan, program, hingga kebijakan pemerintah.
Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah X Sulawesi Selatan, Tien Suharti, menekankan bahwa transformasi digital harus diikuti dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu beradaptasi dengan berbagai platform digital.
"Guru tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga mampu mengelola informasi, data, dan administrasi secara efektif sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan pendidikan," ujar Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Enrekang, Gaswan, saat membuka acara mewakili Bupati Enrekang.
Senada dengan itu, Dosen Administrasi Pendidikan UNM, Ahlun Ansar, menjelaskan bahwa administrasi pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung mutu penyelenggaraan pendidikan. Pemanfaatan teknologi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi, tetapi juga memperkuat proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi program sekolah secara berkelanjutan.
Melalui workshop ini, para peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep administrasi sekolah digital, pengelolaan data pendidikan, serta praktik-praktik administrasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan yang diinisiasi mahasiswa UNM yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Enrekang ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya tata kelola sekolah yang semakin efektif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan di daerah tersebut.